Gara-Gara Corona, Dana Asing Keluar Hampir Tembus Rp15 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 278 2204440 gara-gara-corona-dana-asing-keluar-hampir-tembus-rp15-triliun-oWZSH079PX.jpg Ilustrasi Pergerakan Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat banyak investor asing yang menjual dana atau portofolio sahamnya dari pasar modal. Hal tesebut menyusul adanya padnemi virus corona (covid-19) yang terjadi di seluruh dunia.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, aksi jual saham yang dilakukan investor asing mencapai Rp14,87 triliun. Aktivitas jual saham besar-besaran terjadi pada akhir Februari.

"Untuk 2020 secara total Rp14,87 triliun ouflow,Jika dilihat aktivitas jual beli investor asing, aksi jual mulai terjadi di akhir Februari hingga April 2020," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (24/4/2020).

Baca Juga: Realisasi Buyback BUMN Baru Rp181,63 Miliar

Data ini justru berbanding terbalik dibandingkan tahun lalu. Dibandingkan tahun lalu, justru ada aliran dana asing yang masuk ke pasar modal sebesar RP49,2 triliun

"Memang kalau kita lihat masih ada outflow kita lihat 2019 ada inflow Rp49,2 triliun," ucapnya.

Menurut Inarno, meskipun banyak yang menjual portofolionnya, namun secara keseluruhan masih balance. Sebab, ada beberapa investor yang menjual saham namun justru membeli obligasi.

"Namun seringkali begitu kurang di saham itu di obligasi kepemilikan rada naik jadi secara keseluruhan masih imbang atau positif," kata Inarno.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo menilai jumlah keluarnya dana asing dari pasar modal itu tidak perlu dikhawatirkan. Sebab menurutnya, jumlah dana yang keluar itu masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan total dana yang ada di pasar modal.

"Kalau dilihat outflow asing sejak awal tahun ada Rp 15 triliun itu relatif kecil dibandingkan total kepemilikan asing di Indonesia. Karena asing itu memiliki 51% dari total free float saham di Indonesia," kata Laksono

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini