Tambal Defisit APBN, BI Gelontorkan Rp2,3 Triliun Lewat Surat Utang

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 20 2206678 tambal-defisit-apbn-bi-gelontorkan-rp2-3-triliun-lewat-surat-utang-oknA7KyPxt.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia menggelontorkan dana sebesar Rp2,3 triliun untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Dana tersebut masuk melalui lelang Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sebenarnya pihaknya melakukan penawaran sebesar Rp7,5 triliun dalam lelang tersebut. Namun yang dimenangkan oleh Bank Indonesia hanya Rp2,3 triliun.

"Jadi kemarin bid yang masuk jumlahnya Rp44,4 triliun, di antaranya Rp7,5 triliun dari BI. Kita mendengar dari pengumuman pemerintah, itu Rp16,6 triliun, di antaranya Rp2,3 triliun untuk BI," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (29/4/2020).

Menurut Perry, rencananya hari ini pemerintah akan kembali melelang SBN dengan seri yang sama seperti kemarin. Hal ini dilakikan demi mencapai target indikatif tersebut atau green shoe option.

  Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD

Untuk merespon hal tersebut lanjut Perry, BI akan kembali melakukan penawaran dengan nilai yang sama seperti kemarin, yakni Rp7,5 triliun. Namun untuk realisasinya tergantung pada keputusan pemerintah.

"Nah sesuai dengan kesepakatan bersama antara BI dan pemerintah, di greenshoe option ini BI juga bisa mengajukan bid. Jumlahnya berapa? Jumlahnya sama yang kemarin. Kalau kemarin kami bidnya Rp7,5 triliun, hari ini kami bisa sampai Rp7,5 triliun. Tergantung pemerintah yang mau dimenangkan berapa," jelasnya.

Perry pun menegaskan, dalam sistem lelang SBN tersebut, BI hanya menyampaikan jumlah penawaran. Artinya BI tidak masuk dalam perhitungan harga yang akan mempengaruhi yield atau disebut non competitive bids.

"BI bisa maksimum bidnya 25% dari target maksimum. Mestinya maksimumnya adalah Rp10 triliun, tapi kami ingin mendahulukan pelaku pasar. Biar pasar yang lebih banyak nge-bid," kata Perry.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini