Mengapa PLTU Paiton Bisa Diserang Ubur-Ubur? Ilmuwan Ini Ungkap Alasannya

Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 29 320 2206796 mengapa-pltu-paiton-bisa-diserang-ubur-ubur-RY3lzWQukd.jpg PLTU Paiton diserang ubur-ubur. (Dok: PLN)

JAKARTA - PLTU Paiton di Kabupaten Purbalingga, Jawa Timur, diserang oleh ribuan ubur-ubur. PLTU berusia seperempat abad merupakan pemasok sistem listrik Jawa Bali. Ribuan ubur-ubur itu bergerak secara massif menuju PLTU Paiton. Ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya PLTU Paiton juga sempat disambangi seekor hiu.

Ribuan ubur-ubur dari arah barat dan terlihat di sekitar bawah conveyor (alat pemindah) batubara pada pukul 03.30 WIB dini hari. PT PLN (Persero) menegaskan, antisipasi telah disiapkan dengan metode-metode yang telah dilakukan PLN dan telah terbukti berhasil. Kondisi per hari Selasa (28/4/2020) pada pukul 10.00 WIB, ubur- ubur masih terlihat banyak di sekitar canal intake namun bisa dikendalikan

Dari fenomena tersebut, menyisakan pertanyaan mengapa ubur-ubur bisa menyerang PLTU Paiton?

(PLTU Paiton. Foto: PLN)

Menurut Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Sulistiono MSc menjelaskan, setiap tahun ada bulan-bulan tertentu yang banyak ditemukan hewan jenis Catostylus sp tersebut. Tetapi tergantung juga lokasi dan waktu. Dia mencontohkan, di Teluk Banten ubur-ubur biasa terjadi pada Juli-Agustus.

"Ada kemungkinan, ubur-ubur di PLTU Paiton berasal dari wilayah sekitar timur Paiton dan terbawa arus dan terdampar di Paiton. Sehingga nampak melimpah di wilayah tersebut," ujarnya kepada Okezone, Rabu (29/4/2020).

Dia yang mengenyam pendidikan S2 dan S3 di Tokyo University of Marine Science and Technology, Jepang, ini menjelaskan di dunia kelautan, siklus tahunan adalah biasa. Panen puncak ikan juga memiliki siklus tahunan. Begitu juga sebaliknya, tidak ada ikan alias peceklik juga bersiklus tahunan.

"Artinya dalam satu tahun ada fenomena tersebut. Hanya waktunya bisa bervariasi. Tidak selalu tepat. Tetapi bisa diperkirakan," ujarnya.

Baca Juga : Usai Hiu Paus, PLTU Paiton Diserbu Ubur-Ubur

Pada bulan April seperti saat ini memasuki musim kemarau atau kalau di Indonesia adalah awal musim timur. Pada masa seperti saat ini angin banyak yang bertiup dari arah timur dan curah hujan lebih sedikit.

Air yang berasal dari timur juga membawa hara, plankton, yang diikuti oleh ikan-ikan kecil dan juga ikan-ikan pemangsa lainnya.

"Nah, cumi-cumi termasuk hewan predator yang memakan ikan atau organisme lain. Ketika di wilayah Paiton banyak hara, diikuti banyak plankton, diikuti banyak ikan kecil, akan banyak biota pemangsa lainnya di wilayah tersebut. Termasuk cumi-cumi," jelas dia.

Baca Juga : Hiu Paus yang Tersasar di PLTU Paiton, Ternyata Berstatus Terancam Punah!

Prof Sulistio menilai, apa yang terjadi di PLTU Paiton kemungkinan arus yg berasal dari timur, masuk wilayah Pantura, Jawa Timur (Probolinggo, Situbondo) dan ke wilayah Paiton. Arus terebut bisa jadi membawa hara dari sepanjang pesisir utara dan membawa serta biota makanan ubur-ubur.

(PLTU Paiton. Foto: PLN)

Ubur-Ubur Tak Berbahaya Hanya Bikin Gatal

Menurut Prof Sulistiono, di daerah Pantura Jatim (di mana PLTU Paiton berada) merupakan daerah fishing ground ubur-ubur. Di sana terdapat aneka ubur-ubur, antara lain ubur-ubur emas, ubur-ubur bulan, ubur-ubur terbalik, ubur-ubur jelly, ubur-ubur chryosaora, ubur-ubur kotak, ubur-ubur copula. Ubur-ubur jenis inilah yang umum ditemukan di Indonesia. "Mungki masih banyak lagi," imbuhnya.

Dia memperikirakan ubur-ubur di PLTU Paiton kemungkinan jenis Bubber Jellyfish. Namun, berdasarkan foto dari PLTU Paiton sepertinya tidak hanya satu jenis, tetapi ada beberapa jenis.

"Jenis bubber jellyfish ini memiliki diameter kepala sekitar 10 sentimeter," tegas dia.

Kendati cukup besar, namun menurut kehadiran ubur-ubur tidak membahayakan bagi PLTU paiton. hanya saja gatal bagi kulit manusia. "Ada juga sampai terasa pedas di kulit," ujarnya.

Solusi untuk PLTU Paiton dari serangan ubur-ubur >>>

Ubur-Ubur Bisa Diberdayakan

Menghadapi serangan ubur-ubur dalam populasinya sangat banyak menurutnya bisa dimanfaatkan oleh nelayan. Dalam jangka panjang ubur-ubur memiliki potensi ekspor ke Jepang untuk dijadikan masakan kurage dan sumber penghasilan masyarakat saat Covid-19.

Menurutnya dahulu di sekitar Banyuwangi banyak industri pengolahan ubur-ubur. Jenis ubur-ubur yang harga lebih mahal adalah kakinya dibandingkan kepala.

"Saran saya ditangkap, dimanfaatkan, diolah, menjadi makanan dan diekspor ke Jepang. Pengolahan ubur-ubur mestinya digalakkan lagi.Di daerah Paiton, kemungkinan besar banyak ikan kecil-kecil seperti teri, anak ikan tembang dan lainnya," ujarnya.

Spesifikasi PLTU Paiton

PLTU Paiton memiliki usia seperempat abad atau 25 tahun. Di dalam PLTU Paiton terdiri dari Paiton unit 1 dan 2 dengan kapasitas 2 x 400 megawatt (mw).

Baca Juga : Ini Cara Tim Evakuasi Hiu Paus di PLTU Paiton, Ternyata Butuh 4 Hari Loh!

Berdasarkan catatan Okezone, PLTU Paiton berlokasi di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. PLTU Paiton unit 1 dan 2 dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak usaha PT PLN (Persero).

PLTU Paiton beroperasi pada 1993 dan 1994 diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 23 Maret 1993. Jadi besok berusia 25 tahun. PLTU ini sudah lama tapi terus mendukung sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Kawasan Paiton sendiri memiliki luas sekitar 400 hektare (ha) yang diapit dua kabupaten, yakni Probolinggo dan Situbondo. Kawasan Paiton sendiri memiliki sembilan unit pembangkit dengan berbagai macam operator atau pengelola.

Baca Juga : Viral, Drama Haru Hiu Nyasar di Kanal PLTU Paiton

Untuk PLTU Paiton unit 1 dan 2 dikelola oleh PJB. PLTU Paiton unit 3 dikelola oleh Paiton Energy, sementara unit 4 masih kosong. Untuk PLTU Paiton unit 5 dan 6 dikelola Jawa Power.

Kemudian Paiton Energy kembali mengelola PLTU Paiton unit 7-8. Sementara unit 9 milik PLN, tetapi dikelola oleh PJB. Total kapasitas terpasang sebesar 4.600 mw di kawasan Paiton.

Saat ini beban puncak listrik Jawa-Bali 27.000 mw. Kontribusi listrik dari PLTU Paiton terhadap sistem kelistrikan Jawa Bali sekira 20-30%.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini