Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efek Corona, Inflasi Rendah karena Permintaan Lesu

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |10:09 WIB
   Efek Corona, Inflasi Rendah karena Permintaan Lesu
Gubernur BI Perry Warjiyo saat Telekonferensi (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 memengaruhi rendahnya inflasi. Tercatat, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 2020 sebesar 0,08%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi April 0,08% di luar perkiraan BI. Rendahya inflasi menunjukkan bahwa faktor permintaan yang rendah juga.

"Kalau permintaan rendah, permintaan rendah barang dan jasa maka tekanan inflasinya rendah," kata Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga: BPS Catat Inflasi April 0,08%

Menurut Perry, rendahnya inflasi disebabkan penanganan Covid-19 seperti melakukan social distancing, phsyical distancing, Work Form Home (WFH) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Itu memengaruhi kegiatan aktivitas manusia dan memengaruhi juga permintaan barang dan jasa karenanya inflasi lebih rendah dari yang kita diperkirakan," ujarnya.

Baca Juga: Memanasnya Hubungan AS-China Sempat Tekan Rupiah

Dengan demikian, BI juga memprediksi inflasi Ramadan pada tahun ini juga akan lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan tahun sebelumnya.

"Historisnya bisa 0,6%-0,9%. Ini akan jauh lebih rendah karena faktor PSBB, pembatasan mobil, manusia, pengaruh permintaan barang jasa. Itu mendasari kenapa inflasi tahun ini lebih rendah dan sesuai sasaran yaitu 3% plus minus 1%," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement