Penyaluran Bansos Lelet, Presiden Jokowi: Ada Data yang Tidak Sinkron

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216309 penyaluran-bansos-lelet-presiden-jokowi-ada-data-yang-tidak-sinkron-5bV7hR0hNH.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut ada banyak kendala dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di lapangan. Salah satunya adalah masalah data yang tidak sinkron.

Menurut Jokowi hal ini sangat disayangkan mengingat saat kondisinya sedang tidak normal. Ditambah lagi, masyarakat juga sudah menunggu bantuan sosial ini.

Baca Juga: Masyarakat Belum Terima Bansos, Jokowi: Prosedurnya Berbelit-belit

"Kemudian yang selanjutnya ada data yang tidak sinkron oleh sebab itu segera diselesaikan agar masyarakat yang menunggu bantuan ini betul-betul bisa segera mendapatkan," ujarnya saat membuka rapat terbatas virtual, Selasa (19/5/2020).

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar data ini bisa diperbaiki agar penyaluran bisa lebih cepat. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan RT/RW ataupun aparatur desa untuk membuat mekanisme yang lebih transparan.

Presiden Jokowi Tinjau Penyaluran Bansos Tahap Tiga di Johar Baru 

"Dilibatkan RT RW , desa dibuat mekanisme yang terbuka dan transparan sehingga semua bisa segera diselesaikan baik itu BLT desa maupun bansos tunai saya rasa itu yang dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Jokowi juga meminta agar program ini diawasi dengan baik agar tidak terjadi praktik korupsi. Oleh karena itu, dalam penyaluran bansos ini bisa melibatkan institusi lain seperti Kejaksaan hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Saya Minta Penyaluran Bansos Semakin Cepat

"Dan untuk sistem pencegahan minta saja didampingi dari KPK PPKP atau dari kejaksaan kita memiliki lembaga lembaga yang mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi korupsi di lapangan," jelasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini