Dari Flatnya di London, Yunni Harus Putar Otak Saat Masak Terasi di Tengah Covid-19

Kamis 28 Mei 2020 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 320 2221084 dari-flatnya-di-london-yunni-harus-putar-otak-saat-masak-terasi-di-tengah-covid-19-bVeAfVSDDX.jpg Yunni memasak (Foto: Yunni Mrasid)

JAKARTA - Inggris merupakan salah satu negara yang menerapkan lockdown karena Covid-19. Jasa katering di Inggris pun ikut mati suri mulai tanggal 23 Maret.

Namun, ada beberapa WNI di Inggris yang justru mendulang untung saat menjalankan usaha katering. Adalah Yunni Marsid yang menemukan peluang di tengah kesulitan bertepatan dengan pemberlakuan karantina wilayah di Inggris.

Dari dapurnya di sebuah flat di London timur laut, Yunni membuat berbagai makanan Indonesia, terutama bakso, otak-otak dan lapis Surabaya.

 bakso

Awalnya hanya melayani pesanan untuk even atau pesta, selama bulan puasa kemarin ia membuka pemesanan pembelian (PO) secara daring.

Bagaimana jika menggoreng terasi karena berada dalam satu gedung dengan tetangga?

"Kita tinggal di flat makanya kita sangat hati-hati. Saat masak yang berbau kita selalu tutup jendela," aku Yunni.

Baca juga: Omzet Turun Drastis, Penjual Gamis Ini Banting Harga

Yunni memulai usaha kuliner di Inggris sejak tahun 2004, awalnya atas dorongan para mahasiswa yang mencicipi masakannya di rumah. Usahanya sempat berhenti pada tahun 2016 ketika ia mengajak anak-anaknya.

"Saat kembali ke UK (Inggris) tahun 2018, beberapa bulan kemudian saya sempat bekerja sebagai cook assistant (asisten koki) sampai dengan akhir Januari 2020," tambahnya.

 Baca juga: PKL Sudah Buka Lapak, Kapan Pasar Tanah Abang Dibuka Kembali?

Bakso sapi Warung-e Yunni isi 35 biji dibanderol dengan harga 10 poundsterling atau sekitar Rp180.000.

"Pada saat Ramadan kemarin, dalam kondisi lockdown terlintas untuk mulai mempromosikan kuliner lagi dengan buka open PO (pemesanan pembelian) di Facebook. Alhamdulillah ternyata banyak customer lama yang sudah menantikannya.

"Karena ramainya customer yang antusias dan feedback positif yang kita terima, hal tersebut membantu mengundang banyak peminat customer baru," katanya, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (28/5/2020).

Usahanya di dunia maya dinamai Warung-e Yunni atau warungnya Yunni.

Dari dompet sekitar 30-40 konsumen seminggu, ia menerima pemasukan kotor antara 1.200-1.500 poundsterling atau sekitar Rp21 juta-Rp27 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini