Kemenhub Sudah Izinkan Ojol Bawa Penumpang tapi Ada Syaratnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 320 2226155 kemenhub-sudah-izinkan-ojol-bawa-penumpang-tapi-ada-syaratnya-fMN70vSySy.jpg Ojol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ojek online (ojol) mulai beroperasi pada hari ini. Sejumlah layanan ojek online baik itu Gojek maupun Grab sudah mulai muncul kembali di aplikasi.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, ojek online memang sudah diperbolehkan untuk membawa penumpang kembali. Asalkan, para driver ojek online menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Tunggu Lampu Hijau Kemenhub, Ojol Baru Bisa Beroperasi 

Lagi pula lanjut Adita, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut diatur semua protokol dan syarat yang wajib diikuti oleh driver ojol.

Menurut Adita, dalam pasal 11 ayat 1 C dan D disebutkan sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Namun dalam poin d ojol diperbolehkan angkut penumpang untuk hal tertentu dengan tujuan melayani kepentingan masyarakat dan harus memenuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Ojol Boleh Bawa Penumpang, Gojek Cs Wajib Siapkan Algoritma Kesehatan 

Beberapa protokol yang tertuang dalam poin D seperti, pertama ojol wajib melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan.Kemudian, driver ojol wajib menggunakan masker dan sarung tangan.

Selain itu, driver wajib dalam keadaan sehat, dan suhu tubuhnya tidak di atas normal. Sementara bagi driver ojol yang sedang sakit tidak diperkenankan untuk mengangkut penumpang.

"Kalau dari aturan PM Perhubungan Nomor 18, dalam kondisi khusus ojol memang boleh bawa penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (8/6/2020).

 Ojek Online Angkut Barang di Tengah Pemberlakuan PSBB

Dalam aturan tersebut juga disebutkan jika pelaksanaan ini tergantung dari daerah masing-masing. Artinya jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memperbolehkan, maka Kementerian Perhubungan pun memberikan lampu hijau kepada ojek online.

"Dalam pelaksanaanya memang tergantung kondisi daerah masing-masing. Saat ini DKI menerapkan hal tersebut masih sejalan dengan PM 18," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini