JAKARTA – Setiap pebisnis kuliner harus selalu berinovasi agar usaha yang sedang digelutinya tetap eksis di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Cara untuk mempertahankan bisnis yang di bidang makanan, yakni setiap pedagang harus memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana pemasaran produknya.
“Setiap hari saya aktif share video atau foto-foto kue. Karena menurut saya, itu membuat orang tertarik untuk beli. Foto dan videonya juga harus yang menarik. Semua saya yang kerjain, foto, posting dan bales-bales order. Lewat online lebih efektif,” kata pemilik sugarbakery.id, Icha Aisya kepada Okezone, Jumat (10/7/2020).
Selain itu, lanjut dia, sebagai penjual sudah sepatutnya melayani seluruh konsumen secara maksimal. Dirinya selalu memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pembeli yang bertransaksi melalui daring.
Baca Juga: Dari Iseng-Iseng Unggah Foto Kue di Medsos, Wanita Ini Kebanjiran Pesanan Brownies
“Saya biasanya kalau ada orang yang order terima beres. Mereka tinggal kasih alamat, saya yang pesenin ojek daringnya. Mereka diam saja, udah terima kue. Biaya ojek tetap ditanggung pembeli. Itu juga memudahkan mereka. Jadi full service,” ujarnya.
Wanita berusia 32 tahun itu mengaku penjualannya mengalami peningkatan sejak Indonesia dinyatakan diserang pandemi tersebut. Usaha yang dimulai sejak September 2017 itu menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari omzet yang diterima setiap bulannya naik signifikan sebelum adanya Covid-19 di Tanah Air.

“3 bulan terakhir ini (penjualan) melonjak banget. Sebelum corona paling (omzet) sekitar Rp 10 jutaan. Sejak corona bisa Rp 30 jutaan. Biasanya (pesanan per hari) paling dua atau tiga, nah kini sekarang bisa 10 hingga 14. Tapi (pemesanannya) naik turun juga, enggak bisa ditentukan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keuntungan yang didapat dirinya karena kini banyak orang yang malas ke luar rumah, sehingga berbelanja secara daring. Kemudian, kebijakan sekolah dari rumah juga berdampak positif karena itu membuat para orang tua harus menyediakan cemilan untuk sang buah hati.
Baca juga: Tren Gowes Milenial, Bengkel Sepeda Banjir Order hingga Lembur
“Kalau saya dapat keuntungan dari pandemi ini. Sekarang orang banyak di rumah, anak juga sekolah di rumah, butuh cemilan terus kan. Jadi lebih banyak yang order. Jadi lebih menguntungkan selama pandemi ini,” ujarnya.
Menurut dia, menjalani bisnis kuliner secara daring, prospekya masih baik. Hal tersebut karena beberapa masyarakat masih malas ke luar rumah untuk berbelanja. Sehingga, situasi itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk merintis sebuah usaha.
“Kalau menurutku ini semakin lama, kian dinikmati. Karena sekarang kan orang banyak yang malas ke mana-mana. Apalagi sekarang orang ke mal malas. Sekarang online lebih gampang, tinggal pesan dan dikirim dengan ojek daring,” kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.