Ada Corona, Ekspor Durian Sumut Laris Manis ke China

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 320 2249790 ada-corona-ekspor-durian-sumut-laris-manis-ke-china-6f12EPyjmH.jpg Durian (Foto: Asiaone)

MEDAN – Komoditi durian asal Sumatera Utara, ternyata begitu diminati di China dan Malaysia. Itu tergambar dalam realisasi positif kinerja ekspor durian Sumut ke kedua negara tersebut.

Meski dunia kini tengah dilanda pandemi covid-19 yang membuat kegiatan perekonomian menurun, namun ekspor durian ke kedua China dan Malaysia tetap berjalan baik. Bahkan hingga sepanjang semester I-2020 (Januri-Juni), realisasinya mencapai 441,1 ton, atau sekitar 84 persen dari total ekspor sepanjang tahun 2019 lalu yang mencapai 521,6 ton.

Baca juga: 4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

“Dalam enam bulan terakhir, negara Cina telah mengimpor durian asal Sumut sebanyak 249,2 ton dengan total sertifikasi dokumen karantina sebanyak 19 kali. Sementara Malaysia mengimpor sebanyak 190,9 ton dengan 13 kali pengiriman,” ujar Kepala Karantina Belawan Hasrul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).

 Baca juga: Cegah Kebakaran akibat Tabung Gas Bocor saat Bisnis Makanan, Begini Caranya!

Menurut Hasrul, durian Sumut yang diekspor adalah dalam bentuk beku (pasta), yang dikemas dalam plastik yang kedap udara dan disimpan dengan suhu -15 hingga -20 derajat celcius agar kualitas durian tetap baik dan aman dikonsumsi.

durian

Komoditas asal sub sektor hortikultura yang telah diolah sehingga memiliki nilai tambah ini telah melalui serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memastikannya sehat, aman dan sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan.

Hal ini di tandai dengan diterbitkannya sertifikasi dokumen karantina berupa phytosanitary certificate, yang merupakan jaminan kesehatan bahwa durian yang di ekspor tersebut dalam kondisi sehat, bebas dari hama penyakit serta aman untuk dikonsumsi, tambah Hasrul.

Kabupaten Dairi, Tapanuli tengah, Tapanuli Utara dan Langkat adalah sentra durian yang terus dikembangkan pemerintah daerah melalui dinas pertanian yang berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.

Dengan aromanya yang khas, tidak heran, jika kota Medan terkenal dengan oleh-oleh durian. “Konsumennya tidak hanya wisatawan domestik, namun juga mancanegara hingga dapat diekspor ke Cina dan Malaysia,” imbuh Hasrul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini