Anies Ingatkan Dunia Usaha soal Klaster Perkantoran

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 320 2254726 anies-ingatkan-dunia-usaha-soal-klaster-perkantoran-ua4T2VMseW.jpg Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Fase I. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi untuk yang ketiga kalinya. Pelaku usaha pun diingatkan karena terjadi peningkatan kasus positif virus corona di perkantoran.

Gubernut DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam 2 minggu klaster perkantoran menjadi salah satu tempat bermunculan kasus-kasus baru. Untuk itu, dalam masa PSBB transisi pertama yang kembali diperpanjang, dunia usaha harap memperhatikan hal tersebut.

:Saya ingatkan dunia usaha dan kegiatan usaha apapun boleh berkegiatan. Bila separuh kapasitas, terapkan protokol kesehatan dan kerja secara bergantian menjadi ada jeda," tegasnya, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Baca Juga: Anies: Positivity Rate Jakarta 6,5%, di Atas Standar WHO

Dirinya pun tidak segan untuk segera menindak dunia usaha atau pelaku usaha apapun yang melanggar ketentuan protokol kesehatan. Bahkan denda progresif pun akan dikenakan.

"Saya katakan dunia usaha dan aktivitas publik dan kami umumkan di situs pelanggaran usaha terjadi dan penidakannya," tuturnya.

Anies pun menjelaskan, salah satu faktor kembali diperpanjangnnya PSBB transisi tahap pertama karena positivity rate DKI Jakarta di bawah rata-rata Nasional. Hal tersebut di dapat dari data test yang telah dilakukan pada 43.316 orang.

Baca Juga: Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Fase I

"Jumlah yang dites sudah empat kali lipat dari standar WHO untuk wilayah seukuran Jakarta. Angka positif 6,5%, artinya persentase positif dari semua yang di tes. Ini masih di atas ideal WHO 5%, tapi kita masih di bawah angka nasional 13.6%," tuturnya.

Melalui pertimbangan tersebut, maka diputuskan untuk kembali memperpanjang PSBB masa transisi di masa pertama untuk ketigal kalinya hingga 13 Agustus 2020. Dengan perpanjangan tersebut, kegiatan yang selama ini berlangsung harus tetap mengikuti protokol kesehatan. (feb)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini