Pemilik 7-Eleven Beli SPBU Senilai Rp309 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256587 pemilik-7-eleven-beli-spbu-senilai-rp309-triliun-8XbZ50m3VO.jpg Minyak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemilik 7-Eleven bersiap untuk membeli Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Speedway dari Marathon Petroleum (MPC) sebesar USD21 miliar atau sekitar Rp309,03 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD). Ini adalah salah satu akuisisi terbesar di dunia yang diumumkan sejak pandemi virus corona terjadi awal tahun ini.

Baca Juga: Investasi Properti atau Emas, Lebih Menarik Mana? 

Perusahaan telah mencari cara untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Mengingat perusahaan sudah jenuh dengan pasar di dalam negerinya. Demikian seperti dilansir CNN, Selasa (4/8/2020).

Saat ini, Seven & I adalah operator toserba terbesar di Jepang dengan 21.000 toko di sama dan memiliki hampir 9.800 toko di Amerika Serikat dan Kanada. Dengan mengakuisisi Speedway, pengecer Jepang akan mengambil 4.000 toko dan memberikan operasinya di Amerika Utara dan akan hadir di 47 dari 50 area metro terpadat di Amerika Serikat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jadi USD41/Barel 

“Kesepakatan itu akan memungkinkan kami untuk terus tumbuh dan mendiversifikan kehadiran kami di AS, khususnya Midwest dan Pantai Timur,” kata Presiden dan CEO 7 Eleven Joe DePinto dalam sebuah pernyataan.

 Minyak

Perusahaan penyulingan minyak Amerika Serikat Marathon Petroleum berniat untuk melakukan spin off Speedway pada Oktober lalu. Keputusan itu muncul setelah aktivis investor Elliott Management mendorong Marathon untuk membagi menjadi tiga perusahaan guna memperbaiki kinerja kronis perusahaan yang kurang. Elliott mengusulkan Speedway mandiri sebagai salah satu perusahaan itu.

Meski begitu, para investor terkejut oleh harga yang tinggi dari kesepakatan itu. Saham Seven & I Holdings turun hampir 9% pada perdagangan Senin di Tokyo, persentase penurunan satu hari terbesar sejak 23 Maret. Terakhir turun hampir 6%.

Bersama dengan banyak pengecer lainnya, keuntungan Seven & i terpukul keras oleh pesanan tetap di rumah selama pandemi. Laba bersih pada kuartal Maret hingga Mei turun 73% menjadi USD131 juta atau Rp1,92 triliun dan perusahaan mengatakan mengharapkan laba bersih turun 45% menjadi USD1,1 miliar atau Rp16,18 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Februari 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini