Bos BI Sebut 4,3 Juta UMKM Gunakan QRIS

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 320 2269747 bos-bi-sebut-4-3-juta-umkm-gunakan-qris-WDielbWGXQ.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus memperluas akseptasi standar QR Code untuk pembayaran digital. Hal ini melalui aplikasi uang elektronik berbasis peladen atau QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan QRIS cukup pesat. Saat ini sudah sebanyak 4,3 juta merchant yang telah menggunakan QRIS.

 Baca juga: Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 25,94%, BI Dongkrak Penggunaan QRIS

"Digitalisasi sistem pembayaran semakin banyak QRIS untuk UMKM seluruh nusantara lebih dari 4,3 juta merchant sudah didgitalisasi melalui QRIS," kata Perry dalam pembukaan acara Karya Kreatif dalam video virtual, Minggu (30/8/2020).

Dia melanjutkan, penggunaan QRIS oleh merchant merupakan tren saat ini. Pasalnya, sebagian besar konsumen sekarang ini merupakan kaum milenial yang tidak memiliki uang tunai (cash) di dompetnya, mereka menggunakan dompet digital untuk bertransaksi.

 Baca juga: Uang Elektronik Geser Popularitas Kartu ATM dan Kredit

"Jadi ini yang mengikuti tren, karena ke depan masyarakatnya adalah mereka. Jadi untuk meningkatkan penjualan harus mengikuti tren, salah satunya penggunaan QRIS ini," katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo meminta dukungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar akseptasi QRIS bisa semakin berkembang, di samping upaya industri perbankan dan non bank dalam menggenjot penggunaan QRIS pada setiap merchant.

"Kawan-kawan perbankan tidak pernah lelah. Kami terus menggempur, meng-QRIS-kan seluruh UMKM, pasar tradisional, koperasi, ekonomi kerakyatan seluruh Indonesia kita QRIS-kan," imbuhnya.

Untuk semakin memperluas akseptasi QRIS, bank sentral mengerahkan 46 kantor perwakilan yang ada di daerah-daerah untuk mendorong inovasi QRIS yang bekerja sama dengan seluruh stakeholder.

"QRIS juga dipersiapkan sebagai alat pembayaran yang aman untuk diterapkan pada merchant sektor pariwisata yang akan segera dibuka di era new normal. Hingga saat ini telah terdapat 23.189 merchant pariwisata," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini