Share

10 Crazy Rich Filipina, Juaranya Sy Bersaudara dan Manuel si Raja Property

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 455 2280148 10-crazy-rich-filipina-juaranya-sy-bersaudara-dan-manuel-si-raja-property-UOffEhuno3.jpg Miliarder Filipina Manuel Vilar (Foto: Forbes)

JAKARTA - Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Filipina. Dalam daftar tersebut ada nama-nama baru, namun sebagian masih diisi miliarder yang sudah lama bertengger di jajaran orang kaya. Miliarder Filipina ada yang mengalami penurunan. Kekayaan mereka turun akibat adanya pandemi virus corona sehingga membuat pemerintah Filipina mengeluarkan kebijakan lockdown atau penguncian.

Secara kolektif kekayaan 50 miliarder di Filipina turun menjadi USD60,6 miliar atau sekitar Rp892 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD). Padahal setahun sebelumnya, kekayaan kolektif miliarder Filipina mencapai USD78 miliar atau sekitar RP1.030 triliun.

Mengutip dari halaman Forbes, Jumat (18/9/2020), berikut daftar 10 orang terkaya Filipina.

Baca Juga: Kekayaan Crazy Rich Filipina Terjun Bebas akibat Covid-19

1. Sy Bersaudara.

Setelah meninggalnya Henry Sy, kekayaannya diwariskan ke generasi keduanya alias anak-anaknya. Ada enam anak yang meneruskan warisan bapaknya, yakni Teresita, Elizabeth, Henry Jr., Hans, Herbert dan Harley.

Kekayaan bersih gabungan mereka sebagian besar terdiri dari kepemilikan saham di SM Investments dan SM Prime yang diperdagangkan secara publik. Kekayaan mereka memang mengalami penurunan USD3,3 miliar atau sekitar Rp48 triliun di tengah ekonomi yang berkontraksi dan melonjaknya pengangguran.

Namun mereka masih menjadi nomor satu di Filipina. Adapun harta kekayaannya adalah sebesar USD13,9 miliar atau sekitar Rp204 triliun.

 Baca Juga: Kabar Duka, Ayah Bill Gates Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

2. Manuel Villar

Manuel Villar pria berumur 69 tahun ini adalah pendiri Starmalls, salah satu operator mal terbesar di Filipina, dan Vista & Landscapes, kontraktor rumah terbesar di negara itu. Kekayaannya saat ini adalah USD5 miliar atau sekitar Rp73 triliun.

3. Enrique Razon Jr

Enrique Razon Jr. mengetuai International Container Terminal Services (ICTSI), operator terkemuka di negara itu. Meskipun turun, kini harta kekayaan Enrique berada di kisaran USD4,5 miliar atau Rp66,2 triliun.

Baca Juga: Kenalan dengan Dewi Muliaty, Srikandi RI yang Masuk Daftar Pebisnis Wanita Berpengaruh di Asia

4. Enam Bersaudara Gokongwei

Enam bersaudara Gokongwei, Lance, Robina, Lisa, Faith, Hope dan Marcia, mewarisi kekayaan mereka dari mendiang ayahnya John Gokongwei Jr. Kekayaan gabungan mereka sebagian besar berasal dari saham yang diadakan di JG Summit, yang memiliki kepentingan di maskapai penerbangan, telekomunikasi, perbankan, makanan, listrik, dan properti.

Portofolio mereka juga mencakup Universal Robina, salah satu perusahaan F&B terbesar di negara itu, yang dimulai oleh ayah mereka sebagai pabrik tepung jagung pada tahun 1957. Sehingga, total harta kekayaannya mencapai USD4,1 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

5. Jaime Zobel de Ayala

Jaime memimpin Grup Ayala milik keluarganya hingga pensiun pada tahun 2006, Kala itu ketika putranya, Jaime II, menyambung estafet kepemimpinan. Sekarang ketujuh anak Jaime mengendalikan lebih dari sepertiga para konglomerat dengan pendapatan senilai USD3,9 miliar atau Rp57 triliun.

Kakeknya memulai dengan penyulingan di Manila, kemudian mengembangkan bisnisnya menjadi perbankan, real estate, hotel, telekomunikasi, dan pendidikan. Kini harta kekayaan hanya mencapai USD3,6 miliar atau Rp53 triliun.

6. Andrew Tan

Andrew Tan mengetuai Alliance Global, sebuah perusahaan induk dengan minat pada makanan dan minuman, permainan dan real estat.

Putra seorang pekerja pabrik, Tan membangun kekayaannya dengan mengembangkan kompleks apartemen besar di sekitar Manila.

Alliance Global memiliki waralaba McDonald's dan pemegang lisensi Emperador yang terdaftar di negara itu. Putra Tan, Kevin, adalah Chief Executive Alliance Global dan Director Strategy Megaworld.

Selama pandemi, harta kekayaan Tan mengalami peningkatan. Kini harta kekayaan Tan tercatat sebesar USD2,5 miliar atau sekitar Rp36 triliun.

7. Lucio Tan

Lucio Tan adalah pendiri sekaligus Chairman LT Group, senilai USD2 miliar. Perusahaan ini bergerak di bidang tembakau, minuman beralkohol, perbankan, dan pengembangan properti.

Pada tahun 1982, Tan mendirikan Asia Brewery. Sekarang merupakan anak perusahaan LT, produsen bir tersebut adalah satu-satunya yang bersaing dengan pemimpin pasar San Miguel.

Putra tertuanya Michael adalah President Group LT. Tan belajar teknik kimia di Far Eastern University.

Selama pandemi, harta kekayaan Tan mengalami peningkatan. Kini harta kekayaan Tan tercatat sebesar USD2,3 miliar atau sekitar Rp33 triliun.

8. Ramon Ang

Ramon Ang adalah presiden direktur San Miguel. San Miguel sekarang menjadi pemimpin dalam makanan dan minuman, tetapi sebagian besar pendapatannya berasal dari bisnis listrik dan infrastruktur.

Dia juga memiliki saham substansial di Eagle Cement, yang dipublikasikan pada tahun 2016. San Miguel mengusulkan untuk membangun kompleks bandara dan kota senilai USD15 miliar di lokasi seluas 2.500 hektare di sepanjang Teluk Manila.

Ang memulai dengan memperbaiki dan menjual mesin mobil dan truk bekas Jepang. Kekayaan Ang juga naik selama pandemi, kini menjadi USD2,1 miliar atau sekitar Rp30 triliun.

9. Tony Tan Caktiong & Keluarga

Tony Tan Caktiong adalah founder dan CEO Jollibee Food, salah satu jaringan restoran Asia dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Jollibee mengoperasikan lebih dari 3.300 restoran di Filipina dan lebih dari 2.500 toko di luar negeri.

Jollibee menjual hidangan khas Filipina, China, Amerika, dan Eropa yang disesuaikan dengan format cepat saji dan terjangkau. Dengan partner Edgar Sia II, Caktiong juga memiliki saham di DoubleDragon Properties yang berkembang pesat.

Namun sayang, selama pandemi, kekayaan Tony mengalami penurunan. Kini harta kekayaan Tony hanya sebesar USD1,9 miliar saja atau sekitar Rp27 triliun.

10. Lucio dan Susan Co.

Lucio Co dan istrinya Susan adalah pemilik Puregold Price Club, jaringan supermarket yang mereka dirikan pada tahun 1998. Dimulai dengan lokasi di Kota Mandaluyong, jaringan ini sekarang memiliki lebih dari 350 toko di seluruh Filipina.

Keluarga ini juga memiliki jaring bisnis di sektor game, hotel, dan distribusi anggur. Kekayaan keluarga ini mencapai USD1,7 miliar atau sekitar Rp25 triliun

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini