JAKARTA - Jualan madu memang cukup menggiurkan karena bisa mendapat cuan yang cukup tinggi. Apalagi di tengah pandemi virus corona (covid-19) seperti saat ini, di mana masyarakat membutuhkan asupan untuk menjaga imunitas.
Namun ternyata, untuk menjual madu tidaklah mudah. Karena butuh effort lebih agar produknya bisa laku terjual dan diminati oleh masyarakat.
Baca Juga: Usai Ditabrak Tank Tempur TNI, Omzet Penjual Tahu Gejrot Meroket
Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan salah satu tantangan dalam menjual madu adalah masalah edukasi. Karena menurutnya, kunci dari jualan produk ini adalah kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu memperbanyak edukasi agar masyarakat mengetahui manfaat dari madu. Semakin banyak masyarakat yang percaya dengan khasiat madu, maka produk tersebut akan dicari orang.
Baca Juga: 14.500 Pelaku UMKM Ajukan Banpres Rp2,4 Juta, yang Diterima Berapa?
"Cuma kita butuh edukasi kalau jualan madu. Karena salah satu kendala jualan madu kan trust. Artinya banyak orang enggak berani sayang mereka enggak mau beli madu karena ada masalah trust," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Menurut Denny, madu banyak menyimpan khasiat yang bagus bagi kesehatan. Bahkan menurutnya, madu yang dicampur kadar gulanya jauh lebih rendah dibandingkan meminum sirup.
"Padahal kalau saya baca literatur bahkan madu yang dicampur itu kadar gulanya lebih kecil dari pada kita minum sirup," jelasnya.