Inspiratif, Meski Tuna Netra Totok Hasilkan Kayu Ukir Bernilai Jual Tinggi

Afnan Subagio, Jurnalis · Senin 28 September 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 455 2285067 inspiratif-tuna-netra-sulap-limbah-kayu-jadi-kursi-ukir-cnk95TpL6I.jpg Ukiran Kayu (Foto: Afnan/Okezone)

KEDIRI - Menjadi seorang tuna netra tidak menjadikan batasan bagi seseorang untuk berkarya. Seperti Totok Yulianto, seorang tuna netra asal Desa Papar yang mampu menyulap limbah bambu dan kayu menjadi kursi ukir, dana pigura yang bernilai jual tinggi.

Bahkan dari hasil usahanya tersbut, dirinya juga mampu menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sepintas, jika dilihat, seorang bapak dengan dua anak ini tidak berbeda dengan seniman atau perajin ukir pada umumnya.

Dengan kepiawaiannya dalam memahat dan merakit bambu menjadi sebuah kursi seolah seperti orang yang tidak memiliki kekurangan. 

Baca Juga: Produksi Abon Legendaris, Pipin Bisa Raih Omzet Besar Setiap Bulan

Atas kebangkitannya dari keterpurukan sejak tahun 2008 lalu, Totok harus kehilangan penglihatannya secara permanen, akibat penyakit glukoma yang dideritanya. Cobaan yang diterimanya pun terus berlanjut dengan kepergian istri tercinta untuk selama-lamanya, di tambah salah satu anaknya juga meninggalkannya dalam kurun waktu yang tidak lama

Selama dua tahun hidup dalam kekecewaan dan kesedihan, dirinya kemudian memutuskan untuk bangkit. Meski dalam keterbatasan fisik, dirinya tetap memiliki keinginan agar anaknya yang tersisa tetap bahagia, serta mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. 

Dengan bermodal uang sebesar Rp2 juta dari pemberian temannya, Totok yang juga memiliki gelar sarjana ekonomi ini memutuskan untuk membeli sejumlah limbah kayu dan bambu.

Baca Juga: Sepi Job, MC Ubah Gentong Jadi Karya Jutaan Rupiah

Berbekal kecintaannya terhadap dunia seni, dirinya pun kemudian mencoba mengubah limbah kayu dan bambu menjadi kursi dan pigura.

Meski harus meraba-raba, namun keterampilan tangannya justru mampu membuat ukiran yang indah, di meja dan kursi. Berkat kerja kerasnya tersebut, kini hasil karyanya telah terjual ke berbagai daerah di Indonesia.

"Harga produk bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta, tergantung jenis dan kerumitan," ungkap Totok, Senin (28/9/2020).

Selain mendatangkan keuntungan pribadi, berkat usahanya tersebut, Totok mampu memberdayakan dua orang tetangganya. Di samping itu, dirinya bersyukur, meski tidak dapat melihat indahnya dunia, namun Dia masih bisa membantu sesama.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini