33 Sektor Industri Dapat Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 320 2286158 33-sektor-industri-dapat-fasilitas-bea-masuk-ditanggung-pemerintah-nn5Dvc3h46.jpg Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan insentif fiskal atas impor barang dan bahan untuk proses produksi barang jadi berupa fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM DTP). Hal ini diberikan dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap produktivitas sektor industri dalam negeri.

Kementerian Keuangan telah menerbitkan aturan berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.04/2020 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas impor Barang dan bahan untuk memproduksi barang dan Jasa bagi Industri sektor tertentu yang terdampak Pandemi Covid-19.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat mengungkapkan, PMK tersebut diterbitkan sebagai upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas ekonomi yang terus mengalami perlambatan sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bea Masuk Dinaikkan, Pengusaha: Market Kita di Arab Sangat Besar

“Fasilitas yang diberikan pemerintah kali ini berupa BM DTP yaitu bea masuk terutang akan dibayar oleh pemerintah dengan menggunakan alokasi dana yang telah ditetapkan dalam APBN atau APBNP.” ujar Syarif dalam siaran pers yang diterima, Rabu (30/9/2020).

Ketentuan dalam PMK ini berlaku terhadap industri sektor tertentu yang terdampak pandemi Covid-19 yang layak untuk diberikan BM DTP sesuai dengan kebijakan pembina sektor industri. Selain itu, fasilitas ini juga diberikan kepada 33 sektor industri dari empat instansi, yaitu Ditjen Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE), ditjen industri kecil menengah dan aneka (IKMA).

Ditjen industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT), dan ditjen industri agro (IA) Kemenperin, termasuk industri yang memproduksi alkes diantaranya APD, masker, handsanitizer, sarung tangan, ventilator, hingga produk rumah sakit dan farmasi.

Adapun tiga kriteria barang atau bahan yang diberikan insentif BM DTP di antaranya, belum diproduksi di dalam negeri, sudah diproduksi di dalam negeri namun belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan, atau sudah diproduksi di dalam negeri namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan industri.

Baca Juga: Perusahaan Kawasan Berikat Dapat Keringanan Cukai, Begini Aturannya

Untuk jenis barang yang dimaksud terdiri dari 196 uraian barang yang lengkapnya tercantum pada lampiran PMK nomor 134 tahun 2020. Ketentuan lainnya yaitu asal barang yang diberikan insentif BM DTP dari luar negeri atau pengeluaran dari Gudang Berikat, Kawasan Berikat, atau Pusat Logistik Berikat.

 

Untuk perusahaan industri yang ingin menggunakan fasilitas BM DTP, dapat mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan disampaikan ke Portal Indonesia National Single Window (INSW), dengan sebelumnya telah memperoleh Rekomendasi oleh Pembina sektor industri terkait.

“Tata laksana BMDTP bagi sektor industri terdampak Covid-19 berbeda dengan tata laksana BMDTP yang sudah ada sebelumnya karena menggunakan sistem otomasi, sehingga lebih mudah, efektif, dan efisien,” kata Syarif.

Dengan diberikannya insentif fiskal ini, lanjut Syarif, Pemerintah berharap perusahaan sektor industri dapat produktif di tengah pandemi dengan tetap adanya ketersediaan bahan baku dan penyerapan tenaga kerja, sehingga meningkatkan stabilitas ekonomi nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini