Ternyata Deflasi saat Krisis 1999 Terjadi 7 Bulan Berturut-turut

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286712 ternyata-deflasi-saat-krisis-1999-terjadi-7-bulan-berturut-turut-GHljAda9fK.jpg Deflasi Tanda Nyata Konsumsi dan Daya Beli Menurun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,05% pada September 2020. Dari 90 kota yang disurvei, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.

Deflasi ini sudah ketiga kalinya sejak bulan Juli, Agustus dan September. Tercatat, Juli terjadi deflasi 0,10% dan Agustus terjadi deflasi 0,05%.

Baca Juga: 3 Kali Deflasi, Tanda Bahaya bagi Ekonomi Indonesia

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, pada 1999 Indonesia juga pernah mengalami deflasi beruntun selama tujuh bulan. Hal ini karena ekonomi domestik juga tengah menghadapi tekanan akibat krisis keuangan.

“Deflasi berturut-turut terjadi pada tahun 1999, pada waktu itu deflasi Maret-September 1999 itu deflasi berturut-turut selama tujuh bulan,” ujar Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: Hattrick, BPS Catat Deflasi 0,05% pada September 2020

Dia melanjutkan inflasi inti yang paling menggambarkan daya beli masyarakat, juga mengalami perlambatan. Di September 2020, inflasi inti hanya 0,13% (mtm) dan sepanjang tahun ini hingga akhir bulan lalu hanya sebesar 1,46% (ytd).

Secara tahunan, inflasi inti juga hanya 1,86%. (yoy) di September 2020. Menurut Suhariyanto, ini merupakan yang terendah sepanjang BPS melakukan penghitungan inflasi inti.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini