JAKARTA – Kerja keras petani berbuah manis, salah satunya petani milenial asal Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, kabupaten Pasuruan yang sukses memetik hasilnya dalam mengembangkan komoditas perkebunan khususnya kopi.
Heri Tahan Muji, salah petani milenial yang giat dan tekun melaksanakan program yang diberikan oleh Ditjen perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.
Baca Juga: Omzet 72,6% UMKM Turun akibat Pandemi
Heri tahan muji merupakan Anggota kelompok tani Candi mulyo. Kelompok tani Candi Mulyo merupakan Binaan Ditjen Perkebunan pada program Sertifikasi Desa Pertanian Organik berbasis komoditas perkebunan. “Saya menanam kopi mulai tahun 2002 sampai sekarang,” ujar Heri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/10/2020)
Heri menuturkan, bahwa dirinya mulai menanam kopi bersama anggota kelompok tani lainnya mulai dari luasan 1 ha dan saat ini telah mencapai 15 ha. Pada awalnya kelompok tani Candi Mulyo ini menjual kopi dalam bentuk buah cery kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah yaitu untuk robusta dihargai 5 ribu/kg dan arabika dihargai 8 ribu/kg.
"Kami menjual kopi dalam bentuk buah cerry karena tidak memiliki pengetahuan serta peralatan pasca panen," katanu.
Pelan tapi pasti, Heri yang ditugasi oleh Kelompok tani candi mulyo dibagian Pasca panen dan pemasaran kini membuktikan dapat menghasilkan kopi dengan berbagai Jenis olahan mulai dari Natural, Semiwash, fullwash, Wine dan Honey baik robusta maupun arabika. Semua hasil panen kopi anggota kelompok tani dibeli oleh Heri untuk diproses hingga menjadi kopi yang enak dan nikmat.