Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Smelter Freeport Dilirik Banyak Pabrik untuk Hilirisasi Produk

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2020 |11:01 WIB
Smelter Freeport Dilirik Banyak Pabrik untuk Hilirisasi Produk
Menperin Cek Pembangunan Smelter Freeport. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendongkrak daya saing industri nasional melalui hilirisasi mineral. Salah satunya mendorong pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian yang dilakukan PT Freeport Indonesia di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

“Banyak produk hilirisasi yang bisa dikejar, agar nantinya di Indonesia bisa ada pabrik-pabrik yang akan menggunakan hasil pemurnian dari Freeport. Nilai tambahnya bisa terus didorong," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Baca Juga: Efek Covid-19, Proyek Smelter Molor hingga 2023

PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang afiliasi dari Freeport-McMoran dan holding industri pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mining Industry Indonesia (MIND ID).

“Perusahaan tersebut sedang membangun pemurnian tembaga sebagai bahan baku industri otomotif, industri elektronik, kabel, pabrik AC, konstruksi instalasi listrik hingga electric vehicle,” sebut Menperin.

Menperin telah melakukan peninjauan lokasi proyek smelter PT Freeport Indonesia di kawasan industri JIIPE Gresik, Jawa Timur yang dibangun di lahan 100 hektare, serta supporting area seluas 120 hektare. Adapun, pembangunan proyek smelter akan tertunda akibat pandemi Covid-19.

Padahal jika proyek smelter dibangun, fasilitas pemurnian untuk meningkatkan kandungan logam tersebut diproyeksikan akan menjadi tempat pengolahan tembaga terbesar di dunia.

Baca Juga: Target Bangun 52 Smelter, Segini Kebutuhan Listriknya

“Namun, saat ini MIND ID sebagai holding industri pertambangan BUMN, menginformasikan bahwa pembangunan smelter tengah mengalami kendala akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap mobilitas kontraktor di lapangan,” ujar Menperin.

Kemenperin telah melakukan pembahasan internal usulan penurunan harga gas untuk kawasan industri dengan usulan penurunan harga gas untuk industri yang lain.

“Saat ini, juga dalam tahap pendataan kawasan-kawasan industri yang membutuhkan penurunan harga gas,” terangnya.

Rencananya, di kawasan industri JIIPE sekaligus akan dikembangkan solar panel sebagai alternatif pasokan listrik dengan energi terbarukan. Solar panel akan dibangun secara floating di atas tujuh embung dan di atas atap pabrik. Untuk itu, Kemenperin terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dalam rangka pelaksanaan rencana tersebut.

“Kemenperin terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak-pihak terkait mengenai perizinan solar panel di JIIPE,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement