Erick Thohir dan Menlu Retno untuk Pastikan Vaksin Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292221 erick-thohir-ke-inggris-dan-swiss-cari-vaksin-covid-19-qTmUk8nCrE.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Senin (12/10/2020) dijadwalkan berkunjung ke Swiss dan Inggris. Kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda bilateral Indonesia dalam pengadaan vaksin Covid-19 dengan kedua negara tersebut.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan hal tersebut. "Iya benar, Pak Erick hari ini ke Swiss dan London," kata Arya saat dihubungi, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Meski begitu, selain kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 dengan kedua negara tersebut, Arya tidak merinci agenda lain dari Erick dan Retno selama di luar negeri.

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19 Pastikan Vaksin yang Masuk ke Indonesia Aman

Sebelumnya, Retno mengatakan dia bersama Erick dan tim dari Kementerian Kesehatan melakukan perjalanan ke Swiss dan London. "Sebentar lagi bersama dengan Menteri BUMN dan tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa Swiss," kata Retno melalui konferensi dalam pers virtual.

Di Swiss dan Inggris, perwakilan pemerintah Indonesia dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris dan Wakil Presiden Swiss.

Baca Juga:  8 Jenis Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Akhir Tahun 2020

Dalam kerja sama pengembangan vaksin, kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju itu juga sebelumnya sudah melakukan lawatan ke China dan Uni Emirat Arab (UEA). Dalam kunjungan rombongan RI ke UEA ini membahas tiga sektor yaitu kesehatan, energi dan pangan.

Retno menceritakan, dalam kunjunganya ke UEA, pihaknya mengadakan tiga pertemuan. Pertama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri UEA serta Menteri Energi dan Infrastruktur. Kedua, melakukan pertemuan di bidang kesehatan dengan G42. "Terakhir, pertemuan dengan beberapa perusahaan yang terkait energi dan pangan," kata dia.

Dia menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas komunikasi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan pemerintah UEA. Selain itu, UEA juga menjadi negara pertama, di mana Indonesia mengadakan pengaturan esensial bisnis travel corridor.

"Dengan pengaturan tersebut diharapkan kunjungan bisnis yang esensial dapat dilakukan. Tentunya dengan pengaturan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini