United Airlines Rugi Rp26,4 Triliun Imbas Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2293973 united-airlines-rugi-rp26-4-triliun-imbas-covid-19-gNn7d8bNSC.jpg Dampak Virus Corona Pada Industri Penerbangan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - United Airlines membukukan kerugian yang sangat besar pada kuartal III karena pandemi virus corona. Permintaan perjalanan udara yang terus menurun membuat maskapai penerbangan ini merugi hingga Rp26,46 triliun.

Dilansir dari CNBC, Kamis (15/10/2020), perusahaan penerbangan berbasis di Chicago mengalami kerugian bersih sebesar USD1,8 miliar atau setara Rp26,46 triliun (kurs Rp14.717 per USD) dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 September, dari laba USD1 miliar tahun lalu.

Baca Juga: Bantuan Maskapai Berakhir, American Airlines Bakal Rumahkan 19.000 Karyawan

Pendapatan pada periode tersebut turun 78% menjadi USD2,49 miliar dari USD11,38 miliar pada kuartal III-2019. United membukukan kerugian per saham sebesar USD8,16, dibandingkan dengan perkiraan analis kerugian per saham sebesar USD7,53.

United memotong uang tunai hariannya pada kuartal tersebut menjadi USD25 juta sehari, termasuk utang dan pembayaran pesangon turun dari rata-rata USD40 juta sehari pada kuartal sebelumnya. Maskapai ini juga mengakhiri kuartal dengan likuiditas USD19,4 miliar.

Baca Juga: Sudah Disuntik Rp365 Triliun, American Airlines PHK 19.000 Karyawan

Seperti operator lain, United telah mengumpulkan miliaran untuk membantu mengatasi virus corona, melalui penjualan saham dan utang, termasuk USD6,8 miliar yang didukung oleh program frequent flyer MileagePlus.

Maskapai penerbangan AS juga menerima bantuan berupa stimulus yang disiapkan sebersa USD25 miliar. Hanya saja dukungan tersebut berakhir setelah 30 September, sehingga membuka peluang perusahaan melakukan PHK.

United pada awal bulan ini mulai memberhentikan sekitar 13.000 karyawan setelah persyaratan dukungan penggajian federal berakhir. United dan operator lain mendorong bantuan tambahan tetapi Kongres dan Gedung Putih telah berulang kali gagal mencapai kesepakatan stimulus virus korona yang dapat mencakup bantuan ekstra untuk operator.

Industri penerbangan telah berjuang selama pandemi, apalagi bagi maskapai besar seperti United, Delta dan American, yang sangat bergantung pada area internasional dan bisnis. Namun dua segmen tersebut paling terpukul.

Selain United, Delta juga melaporkan kerugian bersih USD5,4 miliar pada kuartal III.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini