4 Cara Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung, Jangan Salah Pilih Kandang

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 455 2294303 4-cara-sukses-bisnis-ternak-ayam-kampung-jangan-salah-pilih-kandang-ceWUEzgjE5.jpg Ayam (Shutterstock)

JAKARTA - Kebiasaan cara ternak ayam tradisional di perkampungan pada umumnya adalah peternak membuat kandang sekedarnya, memberi pakan seadanya hingga membiarkan ayam berkeliaran bebas. Padahal jika mau beternak dengan serius, bisa mendapat hasil menjanjikan.

Untuk bisa berhasil, maka terdapat beberapa aspek yang harus dikuasai oleh peternak, yakni dari proses produksi hingga pemasaran.

"Siapa tahu ada yang mau beternak ayam kampung? Nah, bagi kalian yang mau memulai dan menjadi peternak ayam yang sukses, ada beberapa hal mendasar yang harus diperhatikan," tulis keterangan Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

 Baca juga: Semangat Korban PHK Jadi Penjual Minuman Jahe Merah

1. Pengadaan bibit atau anak ayam

 

Untuk peternakan yang efektif, anak ayam bisa didapat dengan membeli DOC (Day Old Chicken) atau anak ayam yang baru menetas. Lalu, menggunakan cara dengan menetaskan sendiri menggunakan mesin penetas.

2. Pemilihan jenis kandang ayam

Hal selanjutnya yang perlu disiapkan adalah kandang. Jenis atau model kandang yang umumnya dipakai para peternak ayam kampung ada tiga macam yakni sistem ren, postal dan baterai.

 Baca juga: Era Corona, Santriwati Kantongi Jutaan Rupiah dari Masker

3. Perawatan

 

Dalam perawatan ini, peternak harus menyiapkan pakan ternak berkualitas baik dan obat-obatan alami atau obat kimia.

Untuk menekan biaya produksi, perlu menyiapkan pakan ternak alami, seperti dedak dan sayuran seperti daun pepaya atau daun lamtoro yang sudah lazim dipakai peternak karena kandungan nutrisi dan zat lain yang berguna bagi kesehatan ayam.

 Baca juga: Langka, Profesi Reparasi Boneka Rongsok Untungnya Jutaan Rupiah

4. Pemasaran

"Bagian akhir yang menunjang kesuksesan anda dalam beternak ayam kampung adalah pemasaran. Akan lebih efektif jika anda menjualnya ke pelanggan langsung, misalnya dengan pengusaha rumah makan dan sebagainya yang membutuhkan daging ayam dalam kegiatan usahanya.

Anda juga harus mulai mempelajari dan melakukan penjualan secara online dengan memanfaatkan media sosial," tutup keterangan Kementan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini