4 Fakta Menarik soal BLT untuk Ustadz

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298564 4-fakta-menarik-soal-blt-untuk-ustadz-HPPqQjOBm4.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan bantuan sosial, dan bantuan langsung tunai (BLT) untuk guru dan ustadz. Tak hanya itu, bantuan dari sisi kesehatan juga disiapkan bagi para santri yang menunjukkan gejala indikasi covid di lingkungan pesantren.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pendidikan islam juga sangat nyata pada masa pandemi Covid-19 untuk bisa mempertahankan aktivitas ekonomi bahkan di pesantren pemerintah melakukan berbagai kebijakan.

Berikut adalah fakta mengenai BLT untuk ustadz yang dirangkum Okezone, Sabtu (23/10/2020).

Baca Juga: Kisah Suami Istri Dapat BLT Rp2,4 Juta

1. Insentif untuk Ustadz

Sri Mulyani mengatakan pemerintah segera memberikan berbagai kebijakan insentif bagi para guru dan ustadz melalui skema bantuan sosial, dan BLT

2. Bantuan Kesehatan

Sri Mulyani menuturkan, bantuan pemerintah juga diberikan dari sisi kesehatan dalam bentuk pengadaan dan pemberian rapid test, swab test yang dilakukan oleh pemerintah bagi para santri yang menunjukan gejala indikasi covid di lingkungan pesantren.

 

3. Anggaran Rp2,3 Triliun

Dia mengatakan, pendidikan islam juga sangat nyata pada masa pandemi Covid-19 untuk bisa mempertahankan aktivitas ekonomi bahkan di pesantren pemerintah melakukan berbagai kebijakan.

"Dalam program pemulihan ekonomi nasional dialokasikan bantuan operasi pendidikan untuk lembaga pesantren dan madrasah sebesar Rp2,3 triliun, ini tujuannya untuk membantu lebih dari 21.173 lembaga pesantren dan 62.153 lembaga madrasah dan 112.008 lembaga pendidikan Al-Quran," katanya.

4. Bangun Ekonomi Syariah

Dia menambahkan, pemerintah juga akan membangun ekonomi berbasis syariah melalui pengembangan instrumen keuangan negara yang berbasis syariah.

"Sejak 2008 kita sudah mengembangkan surat berharga syariah negara, sekarang jumlahnya sudah mencapai Rp1.500 triliun , Kementerian Keuangan juga mengeluarkan proyek sukuk, lebih dari 3.000 proyek infrastruktur menggunakan sukuk yang berbasis proyek dengan nilai mencapai Rp118 triliun," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini