Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 02 November 2020 |08:38 WIB
Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%
Rupiah (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pada bulan Oktober 2020 diperkirakan terjadi inflasi 0,06% atau sebesar 1,44% (year on year/yoy). Besaran tersebut dibandingkan dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,05% (month of month/MoM) atau 1,42% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan Inflasi bulan Oktober didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi serta inflasi harga diatur pemerintah.

 Baca juga: Gubernur BI Ramal Inflasi 2020 di Bawah 2%

"Kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi dari tren kenaikan harga dari sebagian besar komoditas pangan, antara lain: daging ayam (2,0% MoM); daging sapi (0,1% MoM); bawang merah (7,6% MoM); bawang putih (1,1% MoM); cabai merah (28,1%MoM); cabai rawit (6,8% MoM) dan minyak goreng (1,1% MoM) meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang turun seperti beras (-0,1% MoM) dan telur ayam (-1,7% MoM)," kata Josua saat dihubungi MNC News Portal, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah cenderung meningkat didorong oleh kenaikan tarif transportasi udara pada akhir bulan Oktober bertepatan dengan libur cuti bersama.

 Baca juga; Jokowi Beberkan 5 Langkah Kendalikan Inflasi, Apa Saja?

"Inflasi inti pada bulan Oktober diperkirakan sebesar 1,82% yoy dimana dipengaruhi oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat meskipun tertahan oleh mulai stabilnya inflasi pendidikan dibandingkan bulan September yang lalu serta penurunan harga emas sebesar 2% MoM," katanya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement