Ekonomi Resesi, Ketua LPS: Arahnya Berangsur Membaik

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304731 ekonomi-resesi-ketua-lps-arahnya-berangsur-membaik-UWYu0GGGF8.jpg Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadhewa mengaku optimis bahwa ekonomi Indonesia menuju arah yang lebih baik. Meski saat ini mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi di kuartal III minus 3,49%.

Purbaya mengatakan, segi perbankan, hal ini nampak pula di bagian non-performing loan (NPL).

Baca Juga: Arahan Jokowi Terbukti Pulihkan Ekonomi Indonesia

"Kalau kita lihat, NPL atau kredit bermasalah ini in line dengan kondisi ekonomi bulan Maret-Juni lalu. Ekonomi kita melambat signifikan, otomatis perbankan atau orang yang meminjam ke bank menghadapi masalah," ujar Purbaya dalam IDX Channel Special Dialogue di Jakarta, Kamis(5/11/2020).

Upaya restrukturisasi pun dilakukan supaya perbankan tidak mengalami perburukan di buku ketika ekonomi sedang dalam masa perbaikan.

Baca Juga: Indonesia Masuk Jurang Resesi, Pengusaha Ngapain?

"Pemerintah, Bank Indonesia (BI) sudah berhasil membalikkan ekonomi di mata saya. NPL tidak lama lagi menjadi NPL ketika ekonomi bergerak," terang Purbaya.

Kuncinya, lanjut dia, adalah perbaikan ekonomi secara terus menerus. Maka dari itu, LPS, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan BI akan terus berkoordinasi untuk memaksimalkan segala instrumen yang ada.

"Dengan cara ini, arah ekonomi kita akan berangsur membaik ke depan dan NPL akan berangsur membaik pula secara bertahap," ucapnya.

Jika dilihat dari likuiditas perbankan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sudah ada perbaikan signifikan, dengan DPK yang lebih merata dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Sekarang sudah menyebar dan merata lagi, bukan hanya di bank-bank besar nasional. Ini berarti perbankan sudah siap menyiapkan kredit lagi," tambah Purbaya.

Selain itu, dia mengatakan, kebijakan pemerintah baru berjalan efektif di triwulan II menjelang triwulan III. Sehingga, kedepannya kalau kebijakan ini dijalankan terus menerus dampaknya akan segera dirasakan sistem ekonomi, khususnya perbankan.

"Aktivitas konsumen di Indonesia di triwulan III sudah 80-90% dari keadaan awal tahun. Ini dampak kebijakan fiskal dan moneter yang baik. Kita harus jaga momentumnya kedepan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini