Ekonomi Kuartal III Membaik, Menko Airlangga: Berkat Intervensi Pemerintah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305311 ekonomi-kuartal-iii-membaik-menko-airlangga-berkat-intervensi-pemerintah-KJvbCsrdCZ.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)

JAKARTA - Indonesia telah berhasil melewati titik terendah (rock bottom) dalam perekonomiannya. Hal ini tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 yang meski masih terkontraksi -3,49% secara year on year (yoy), tetapi membaik dibandingkan kondisi kuartal II-2020 yang terkontraksi mencapai -5,32%.

Secara quarter to quarter (qtq) atau dibandingkan kondisi triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia juga tumbuh tinggi di angka 5,05%. Kondisi tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang mulai terlihat di triwulan III-2020.

 Baca juga: Menko Airlangga: Perbaikan Ekonomi Indonesia Didorong oleh Sisi Demand yang Melonjak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi ekonomi pada triwulan III ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dilakukan secara intensif dalam upaya Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Intervensi pemerintah dalam penanganan kesehatan telah mendorong kepercayaan yang kemudian meningkatkan aktivitas masyarakat.

“Begitu pun intervensi pemerintah melalui program-program pemulihan ekonomi yang ditujukan untuk menahan laju penurunan kinerja ekonomi, yang berhasil menggerakkan konsumsi masyarakat dan investasi swasta,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video virtual, Jumat (6/11/2020).

 Baca juga: BI Buka Suara soal Resesi Ekonomi Indonesia

Perbaikan ekonomi Indonesia dari sisi permintaan (demand) didukung oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 9,76% (yoy). Hal ini menggambarkan upaya pemerintah dalam menstimulasi perekonomian melalui program-program PEN.

Perbaikan juga terlihat pada sisi penawaran (supply). Terdapat sektor yang melejit tinggi setelah di triwulan sebelumnya tumbuh minus, yaitu: sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 24,28% dari -29,18% di triwulan sebelumnya, sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh 14,79% dibandingkan triwulan sebelumnya di posisi -22,21%, industri pengolahan tumbuh 5,25% dari posisi -6,29%, dan sektor perdagangan yang tumbuh 5,68% dari posisi -6,71% di triwulan sebelumnya.

“Sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial, perbaikan cukup signifikan juga dialami oleh sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman (mamin) yang sebelumnya mengalami kontraksi terdalam, tetapi pada triwulan ini mengalami pertumbuhan antar kuartal yang tertinggi,” jelas Menko Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini