Bantu Ekonomi, Tolong Orang Kaya Jangan Tahan Belanja

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305314 bantu-ekonomi-tolong-orang-kaya-jangan-tahan-belanja-isujPmB58m.jpg Konsumsi Mesti Ditingkatkan untuk Bantu Perekonomian. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia resmi mengalami resesi, karena pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49%. Artinya Indonesia alami pertumbuhan ekonomi dengan dua kuartal berturut-turut minus.

Meski ekonomi Indonesia resesi, masyarakat kelas menengah Indonesia dinilai bisa membantu meningkatkan perekeonomian.

Baca Juga: Menko Airlangga: Perbaikan Ekonomi Indonesia Didorong oleh Sisi Demand yang Melonjak

Menurut Perencana Keuangan dari OneShildt Rahma Mieta Mulia, tips agar Anda bisa menolong pemerintah untuk ke luar dari krisis ekonomi, salah satunya dengan tidak menunda konsumsi. Hal itu ketika dana darurat sudah terpenuhi, investasi rutin sudah dilakukan, maka habiskan uangnya untuk berbelanja.

“Konsumsi kita bisa jadi pendapatan buat orang lain. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi kita bisa membaik. Utamakan membeli produk-produk buatan lokal. Yang biasa beli produk impor, coba beralih ke produk-produk buatan Indonesia,” kata Rahma kepada Okezone, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: Ekonomi Membaik meski Minus, Sri Mulyani: Kita Punya PR Besar

Selain itu, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat dengan cara menyerukan gerakan berbelanja di warung-warung tetangga. Sebab dengan begitu perekonomian di sektitar tempat tinggal Anda nantinya pun mulai kembali bangkit dari keterpurukan.

“Gerakan membeli produk jualan tetangga juga bisa dilakukan, asal uangnya memang ada, sesuai kebutuhan atau memang diniatkan untuk membantu ekonomi tetangga. Itu baru kelas menangah yang kuat,” kata dia.

 

Sebelumnya, Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengurai kegembiraannya atas kondisi perekonomian nasional saat ini.

"Sudah menunjukkan tren positif," tegasnya saat memberikan keterangan pers terkait pertumbuhan dan pemulihan ekonomi terkini sebagai dampak dari pandemi Covid-19, di Istana Negara, Jakarta. 

Didampingi oleh Menteri PPN/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Airlangga merespons pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan III-2020.

BPS sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan III-2020 tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Ini merupakan kontraksi kedua setelah kuartal sebelumnya ekonomi tumbuh negatif 5,32%. Namun, ini sudah menunjukkan perbaikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini