Dilema Maskapai Tetapkan Harga Tiket Pesawat di Tengah Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305419 dilema-maskapai-tetapkan-harga-tiket-pesawat-di-tengah-corona-zgzHYFxosD.jpg Penerbangan (Shutterstock)

JAKARTA - Industri penerbangan sedang dihadapkan oleh dilema yang besar selama masa pandemi covid-19 ini berlangsung. Karena maskapai harus menyiapkan protokol kesehatan yang membutuhkan dana tambahan, namun di sisi lain harga juga tidak bisa naik untuk menarik penumpang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dalam pikiran para bos di bidang penerbangan memang memikirkan bagaimana caranya agar bisa recovery secepat mungkin. Mengingat industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang terkena pukulan telak pandemi covid-19.

 Baca juga: Dapat Stimulus, Bos AP II: Sudah Ditunggu-tunggu

"Kita kan menyadari bahwa industri ini terpuruk habis-habisan pada waktu pandemi ini. Dan kalau kita bicara keterpurukan di kepala para ceo atau saya sendiri adalah memastikan bagaimana memastikan recovery bisa terjadi dalam waktu secepatnya," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (6/11/2020)

Namun bagi Irfan, hal yang terpenting untuk membuat industri ini bisa bangkit lagi adalah memastikan agar protokol kesehatan bisa tetap dijalankan dengan disiplin. Oleh karena itu, meskipun ada biaya tambahan pihaknya masih tetap mempertahankan harga khususnya untuk kelas ekonomi.

 Baca juga: Tak Hanya Garuda, Citilink dan Lion Air Akan Terapkan Tiket Murah

"Kita harus memastikan bahwa protokol kesehatan terjadi, yang kedua harganya pada level revenuable. yang artinya tidak ada perubahan signifikan di harga untuk ekonomi class," jelasnya.

Untuk mengakalinya, pada hari-hari tertentu pihaknya juga menaikan harga khusus untuk kelas bisnis. Namun untuk kelas ekonomi harga tiketnya akan tetap dipertahankan karena harus mematuhi aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

"Tetapi tentu saja di hari-hari tertentu dimana kita tidak terikat dan tidak ada aturan main yang kita sepakati, untuk kelas bisnis tentu saja ada kalanya ada kesempatan kita menaikkan harga bisnis. Tapi kalau ekonomi tidak bisa kita naikkan karena kita ada aturan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan mengenai batas atas dan batas bawah," jelas Irfan.

Selain itu, di beberapa momen pihaknya juga memberikan beberapa promo. Meskipun promo yang ditawarkan terbatas, diharapkan bisa memberikan kesempatan masyarakat yang ingin terbang lagi dengan harga murah bisa memperoleh kesempatan.

"Malah di beberapa event untuk menarik penumpang terbang kita bikin beberapa promo tentu terbatas untuk memastikan bahwa kelompok masyarakat yang ingin terbang dengan garuda dengan harga murah dapat memperoleh kesempatan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini