Ekonomi RI Kuartal IV Diprediksi Masih Minus, Kenapa?

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 320 2306248 ekonomi-ri-kuartal-iv-diprediksi-masih-minus-kenapa-1L0poCzrXP.jpg Krisis Ekonomi (Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 masih akan tumbuh negatif. Belum optimalnya penanganan pandemi Covid-19 masih menjadi salah satu faktor lambannya pertumbuhan ekonomi.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV minus 2% secara year on year. Jadi, sampai akhir pada tahun 2020 akan terus menjadi negatif. Terutama kuartal III ekonomi turun cukup dalam karena belum maksimal upaya penanganan dampak pandemi Covid-19," ujar Tauhid dalam video conference, Minggu (8/11/2020).

 Baca juga: Pemulihan Ekonomi RI Kuartal III Dinilai Lebih Lambat, Kok Bisa?

Tauhid menambahkan, belum optimalnya penanganan pemerintah terkait pandemi Covid-19 juga membuat pertumbuhan ekonomi di kuartal III lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Salah satunya adalah belum pulihnya permintaan khususnya dari sektor rumah tangga.

"Kita lihat tingkat konsumsi dari rumah tangga justru tetap. Padahal konsumsi rumah tangga bagian penopang ekonomi," katanya.

 Baca juga: Resesi Akibat Covid Tak Akan Berujung Krisis

Dia juga mengkritisi dampak tersenut terhadap meningkatnya angka pengangguran. Menurutnya, tingkat pengangguran terparah saat ini berasal dari dua sektor, yaitu industri pengolahan dan konstruksi.

"Kita lihat pengangguran paling parah adalah berada di perubahannya di industri pengolahan yang saya kira banyak terjadi perubahan besar. Kedua adalah industri konstruksi yang sempat dihentikan," ucapnya.

Tauhid menambahkan, maraknya pengangguran dari industri pengolahan dirasa wajar karena industri tersebut selama ini menampung sekitar 13,61% pekerja, dan menyebabkan banyak pengangguran karena banyak industri yang tutup, penjualan di pasar turun, keuntungan turun, sehingga banyak mengurangi karyawan.

"Kita lihat ini karena banyak industri yang tutup, penjualan turun, hingga keuntungan turun," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini