Pertama dalam Sejarah, Bank Asal Jepang Jual Data Nasabah

Djairan, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 320 2307127 pertama-dalam-sejarah-bank-asal-jepang-jual-data-nasabah-DqLMWT4i2x.jpg Data Perbankan (Reuters)

TOKYO - Mizuho Financial Group Inc, bank asal Jepang, akan mulai menjual data informasi nasabahnya. Data yang diperjualbelikan seperti informasi kebiasaan belanja nasabah dan data lainnya yang dikumpulkan secara anonim namun tidak termasuk detail pribadi nasabah, hal itu untuk memperluas bisnis pinjaman.

“Kami akan menawarkan layanan data untuk klien korporat. Kami memiliki sejumlah data besar, seperti rekening, transaksi, dan informasi peminjaman,” ujar CEO Mizuho Bank, Koji Fujiwara dikutip dari Bloomberg Selasa (10/11/2020).

 Baca juga: Terkontraksi, Perbankan Kesulitan Salurkan Kredit

Langkah Mizuho akan menjadi yang pertama dari jenisnya di Jepang. Konsultan manajemen Accenture memperkirakan, bank dapat memperoleh keuntungan pendapatan minimal 1-2 persen jika mereka dapat memanfaatkan nilai dalam berbagi data tersebut.

Mizuho sendiri tidak menargetkan pendapatan yang akan dihasilkan dari hal itu. Namun, bank menargetkan lebih dari 100 perusahaan yang membeli data dalam tiga tahun. Misalnya, bagi perusahaan pengecer atau operator restoran, data ini berguna untuk mereka bisa memilih lokasi utama berdasarkan pendapatan penduduk, pengeluaran dan statistik gaya hidup.

 Baca juga: Sebelum Corona Datang, 7 Bank Gagal Sudah Terseok-seok

“Sebagai fungsi inti bank, intermediasi keuangan tetap sangat penting, tapi itu saja belum cukup. Kami perlu melampaui itu dan menawarkan nilai baru dengan menyertakan layanan non-keuangan,” kata Fujiwara.

Data dan teknologi digital adalah area utama bagi Mizuho dan para pesaingnya di Jepang untuk mendorong pertumbuhan. Seperti, Mitsubishi UFJ Financial Group yang awal tahun ini menginvestasikan 700 juta dolar AS di perusahaan ride hailing Singapura, Grab. Sementara Sumitomo Mitsui Financial Group membeli saham di penyedia aplikasi informasi medis Jepang.

Bank-bank di Jepang mengharapkan lebih banyak peluang bisnis dari digitalisasi, berkat janji Perdana Menteri baru Yoshihide Suga untuk merombak proses berbasis kertas yang sudah ketinggalan zaman. "Ini adalah tren besar," kata Fujiwara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini