Share

Badai Tsunami PHK, Shell Pangkas 500 Karyawan

Djairan, iNews · Rabu 11 November 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2307690 badai-tsunami-phk-shell-pangkas-500-karyawan-UpQdRlsVQg.jpg Shell PHK 500 Karyawan di Singapura. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

SINGAPURA - Perusahaan minyak dan gas Royal Dutch Shell akan memangkas kapasitas pemrosesan minyak di salah satu kilang terbesar di kompleks manufaktur Pulau Bukom, Singapura. Hal tersebut pun membuat Shell harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 500 karyawan.

Bulan lalu, Shell memilih kompleks manufaktur Pulau Bukom sebagai salah satu dari enam pusat penyulingan dan kimia utama. Namun, kilang di sana harus dirombak di tengah kebijakan reorganisasi perusahaan, Shell akan memangkas kapasitas produksi di sana hingga 50%.

Baca Juga: Raksasa Migas Ramai-Ramai PHK, Setelah BP Kini Shell Pangkas 9.000 Karyawan

Melansir dari Bloomberg, Rabu (11/11/2020), Juru Bicara Perusahaan mengatakan, Shell secara bertahap akan membuat perubahan dalam konfigurasi kilang Pulau Bukom selama tiga tahun ke depan.

Baca Juga: Shell Turunkan Harga BBM Rp800-Rp1.750 per Liter

Merampingkan kilang dengan kapasitas produksi 500.000 barel per hari itu akan memangkas karyawan dari 1.300 orang menjadi 800 hingga 2023.

Perusahaan yang bermarkas di Den Haag, Belanda itu mengatakan konsumsi minyak akan terus turun saat dunia beralih ke bauran energi yang lebih bersih. Dampak pandemi Covid-19 hanya mempercepat wacana pergeseran itu, di tengah kapasitas penyulingan yang jauh melampaui permintaan bahan bakar.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Banyak perusahaan energi Eropa memulai transformasi produksi menjadi lebih bersih dan lebih hijau, dengan lebih sedikit aset minyak pada pertengahan abad ini. Bagi Shell, perubahan itu akan mengakibatkan pemangkasan 9.000 pekerja hingga akhir 2022, dengan penghematan biaya hingga USD2,5 miliar.

IHS Markit memperkirakan, lebih dari 8 juta barel per hari kapasitas penyulingan akan selesai dalam dekade berikutnya, dengan sekitar 5 juta barel sudah dalam pembangunan atau kemungkinan akan dipercepat. Perusahaan minyak di seluruh dunia semakin merasakan tekanan dari penyulingan yang semakin besar dan canggih, seperti di China dan Timur Tengah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini