Kisah Pasutri Pembuat Vaksin Pfizer yang Mendadak Jadi Miliarder

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 320 2308307 kisah-pasutri-pembuat-vaksin-pfizer-yang-mendadak-jadi-miliarder-WbPobPwLac.jpg Peneliti Vaksin Pfizer, Dr Sahin dan Dr Tureci. (Foto: Okezone.com/Business Insider)

JAKARTA - Pfizer akan membuat sejarah dengan jika hasil vaksin virus corona yang sedang uji coba tahap akhir berhasil. Bersama mitranya asal Jerman, BioNTech, uji coba vaksin menunjukkan lebih dari 90% bisa menangani virus corona.

Ini adalah vaksin tercepat yang pernah dikembangkan, dan kemanjurannya jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan oleh 70% atau 80% ahli virologi. Ini merupakan kabar baik karena pertanda kalau pandemi Covid-19 akan berakhir.

Baca Juga: 4 Fakta Vaksin Pfizer yang Bikin Indonesia Kepincut

Dilansir dari Businessinsider, Kamis (12/11/2020), penemuan itu berkat kerja keras penelitian dari pasangan suami istri asal Jerman. Keduanya adalah CEO BioNTech, Dr. Ugur Sahin dan Chief Medical Officer of BioNTech Dr. Özlem Türeci.

Baca Juga: Senangnya Bos OJK Ada Vaksin Covid-19 Pfizer

Pasutri itu mendadak menjadi miliarder setelah saham BioNTech mengalamai lonjakan di bursa saham setelah vaksin Covid-19 Pfizer terbukti manjur. Kini, kekayaan mereka tercatat mencapai USD4 miliar atau Rp56,5 triliun (kurs Rp14.138 per USD).

Mereka adalah warga negara Jerman, keturunan Turki. Sahin berimigrasi ke Jerman dari Turki ketika berusia 4 tahun dan Türeci lahir di Jerman. Sahin berasal dari Iskenderun, sebuah kota dekat perbatasan Suriah. Sementara ayah Türeci berasal dari Istanbul.

Pfizer Inc mengatakan vaksin yang dikembangkan bersama mitranya, BioNTech SE secara efektif atau 90% bisa melawan Covid-19.

Temuan ini dianggap lebih progres ketimbang pengembangan vaksin lain di seluruh dunia, termasuk yang sedang digelar di Indonesia.Meski begitu, uji klinis Pfizer dan BioNTech masih harus dikaji oleh kelompok pakar independen dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin Pfizer berbasis mRNA atau hanya menggunakan kode genetik, dan bukan bagian dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Pihak Pfizer dan BioNTech mengutarakan bahwa vaksin yang dikembangkan memberikan perlindungan tujuh hari setelah dosis kedua dan 28 hari setelah dosis awal vaksin diberikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini