Jumlah Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Buktinya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317350 jumlah-orang-kaya-ri-makin-banyak-ini-buktinya-BXiweAtgFV.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Jumlah orang kaya di Indonesia diproyeksikan akan meningkat. Imbasnya kebutuhan akan wealth management akan meningkat seiring dengan kenaikan aset kekayaan di Indonesia.

Jumlah orang kaya di Indonesia ini mengacu pada asumsi Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) Indonesia yang diproyeksikan menjadi tertinggi kelima di dunia dan jauh lebih tinggi dari rata-rata global dan Asia.

Baca juga: Ekonom: Ya Hemat Pangkal Kaya, tapi Bisa Membunuh Ekonomi

Berdasarkan outlook IMF, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai USD5.000 pada tahun 2024. Sehingga lanskap wealth management Indonesia juga diprediksikan akan meningkat dalam 4-5 tahun dari sekarang, yang didorong oleh pertumbuhan kekayaan investor muda.

Indikator utama peningkatan pasar wealth management adalah jumlah investor reksa dana yang tumbuh empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dari sebanyak 444.945 menjadi 1.774.493 pada akhir tahun 2019.

Baca juga: 10 Kementerian Dapat Jatah Anggaran PEN Rp21,06 Triliun

Namun adanya pandemi Covid-19 yang memperlambat perekonomian selama beberapa bulan terakhir, menambah kecenderungan masyarakat untuk menyimpan kekayaannya dalam bentuk deposito dan tabungan.

Oleh karena itu, masyarakat masih membutuhkan lebih banyak edukasi mengenai investasi sebagai pilihan dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan.

Executive Director, Wealth Management Talent Rotation, Bank DBS Indonesia, Keng Swee mengatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat berkembang dalam hal wealth management. Akan tetapi pertumbuhannya terhambat oleh terbatasnya akses nasabah terhadap investasi dan pengelolaan aset kekayaan.

Mengacu pada jurnal yang dirilis Hubbis bulan September lalu, penetrasi Asset Under Management (AUM) Indonesia hanya sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan lainnya sebesar 15-25%. Pendapatan per kapita Indonesia saat ini berada di angka USD4.100, sedangkan diperlukan pendapatan per kapita sebesar USD5.000 agar lanskap wealth management Indonesia dapat memaksimalkan potensinya,” ujar dia, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Bank DBS Indonesia pun senantiasa mengukuhkan posisinya sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya, melalui komitmen untuk selalu menghadirkan inovasi digital sebagai platform pengembangan kekayaan nasabah.

"Kami telah berhasil membawa akses valuta asing dan obligasi ke dalam aplikasi digibank by DBS," tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini