Mau Investasi di Surat Utang Negara, Pahami Tujuannya karena Tak Sembarangan

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 278 2322593 mau-investasi-di-surat-utang-negara-pahami-tujuannya-karena-tak-sembarangan-1xFalJkXvj.jpg Investasi Surat Utang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Minat masyarakat melakukan investasi di tengah pandemi sangat besar. Salah satu investasi yang dibeli adalah Surat Utang Negara (SUN).

Meski demikian, bagi para pemula yang baru mau menanamkan modalnya pada Surat Utang Negara (SUN), sangat perlu melakukan riset. Tujuannya supaya dapat mengetahui pengertian, tujuan, dan beberapa peraturan yang menjadi dasar hukum penerbitan SUN.

Hal tersebut penting dilakukan karena dalam pengelolaannya, SUN diterbitkan negara hanya untuk tujuan-tujuan tertentu saja.

Baca Juga: Minat Investor Tinggi, Pemerintah Kantongi Rp25,6 Triliun dari Lelang SUN

Dikutip dari website Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Minggu (6/12/2020), Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Tujuan diterbitkanya SUN tidak sembarangan begitu saja. Surat utang ini diterbitkan karena bertujuan untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menutup kekurangan kas jangka pendek, dan mengelola portofolio negara.

Baca Juga: Sri Mulyani Lelang Surat Utang, Target Masuk Kantong Rp40 Triliun

Pemerintah pusat berwenang menerbitkan SUN setelah mendapat persetujuan DPR yang disahkan dalam kerangka pengesahan APBN dan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia. Atas penerbitan tersebut, Pemerintah berkewajiban membayar bunga dan pokok pada saat jatuh tempo. Dana untuk pembayaran bunga dan pokok SUN disediakan di dalam APBN

SUN juga memiliki dasar hukum sebelum diterbitkan. Dasar hukum tersebut dikeluarkan berupa undang-undang. SUN dan pengelolaannya diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Undang-undang tersebut memberi kepastian bahwa :

• Penerbitan SUN hanya untuk tujuan-tujuan tertentu;

• Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok SUN yang jatuh tempo;

• Jumlah SUN yang akan diterbitkan setiap tahun anggaran harus memperoleh persetujuan DPR dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Bank Indonesia;

• Perdagangan SUN diatur dan diawasi oleh instansi berwenang;

• Memberikan sanksi hukum yang berat dan jelas terhadap penerbitan oleh pihak yang tidak berwenang dan atau pemalsuan SUN.

Manfaat yang akan didapat oleh investor dari penerbitan SUN, yaitu berupa Potential capital gain. Potential capital gain adalah potensi keuntungan akibat lebih besarnya harga jual surat utang dibandingkan harga belinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini