JAKARTA - MNC Finance menargetkan penyaluran pembiayaan pada 2021 senilai Rp1,8 triliun, menyusul optimisme pertumbuhan ekonomi dan pengembangan bisnis ke arah digital.
Rincian dari target tersebut, yaitu Pembiayaan Multiguna MNC Express untuk Otomotif Rp600 miliar, Pembiayaan Multiguna Rumah dengan Sertifikat Rp200 miliar dan Anjak Piutang Rp1 triliun, sehingga total keseluruhan mencapai Rp1,8 triliun.
Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MNC Finance tahun ini.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, MNC Finance Fokus Jaga Pelayanan Konsumen
Rakernas yang dibuka oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang memberikan arahan melalui keynote speech itu dihadiri pula oleh jajaran direksi PT MNC Investama Tbk (BHIT) dan jajaran Direksi PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), dimana MNC Finance bernaung.
Hary Tanoesoedibjo dalam sambutannya menekankan pentingnya MNC Finance memiliki bisnis model yang benar. “Perusahaan harus menghindari red ocean area yang terlalu kompetitif maupun sunset business, serta menghindari area dimana kita tidak memiliki kompetensi dalam bidang tersebut,” ujarnya.
Selanjutnya, Hary juga mengingatkan pentingnya landasan 5P (product, price, place, promotion, people) dalam mengembangkan bisnis.

“Kami optimistis dapat berkontribusi dalam hal pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021, khususnya di dunia usaha, melalui pembiayaan yang akan disalurkan ke masyarakat melalui 3 produk dengan total target pembiayaan Rp1,8 triliun. Kami juga akan melanjutkan program cost efficiency, pengembangan kompetensi serta peningkatan produktivitas karyawan dan pengembangan ke arah bisnis digital,” papar Direktur Utama MNC Finance Gabriel Mahjudin.
Setiap pengujung tahun, MNC Finance selalu rutin menyelenggarakan Rakernas yang dihadiri oleh seluruh karyawan head office dan cabang.