Gaji PNS Masih Bisa Naik Kok, Ini Penjelasan BKN

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328073 gaji-pns-masih-bisa-naik-kok-ini-penjelasan-bkn-8JQPcawi9E.jpg Sistem Gaji PNS Diubah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Sistem penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) nantinya tidak lagi dilihat dari golongan dan pangkat, melainkan dari beban dan risiko kerjanya. Semakin berat tanggung jawab pekerjaannya, maka gaji PNS semakin besar.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, meskipun gaji dirombak, tidak ada hubungannya dengan kenaikan gaji. Sebab perombakan merupakan bagian dari reform untuk PNS, sedangkan kenaikan gaji diputuskan oleh pemerintah lewat Peraturan Pemerintah.

Baca Juga: Bukan Naik tapi Gaji PNS Bakal Lebih Besar dengan Skema Baru

Artinya, meskipun sistem gaji tersebut dirombak, kenaikan gaji masih bisa saja dilakukan oleh pemerintah setiap tahunnya. Asalkan kondisi keuangan dan situasi negara memungkinkan.

"Bukan, ini reform penggajian tidak ada hubungannya dengan kenaikan gaji," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (15/12/2020).

Paryono menambahkan, memang dampak dari reformasi gaji yang dilakukan oleh PNS ini akan lebih besar. Karena dalam gaji pokok tersebut dimasukan tunjangan-tunjangan yang akan dipangkas oleh pemerintah.

Baca Juga: Sad, Gaji PNS Tak Naik pada 2021

Sebagai informasi, nantinya untuk tunjangan PNS akan hanya ada dua saja. Pertama adalah tunjangan kinerja dan kedua adalah tunjangan kemahalan.

Sebagai gambaran, sebelumnya PNS banyak mendapatkan tunjangan-tunjangan. Pertama adalah tunjangan kinerja alias Tukin, meskipun besarannya beda-beda tergantung kelas jabatan maupun instansi tempatnya bekerja, baik instansi pusat maupun daerah.

Kemudian yang kedua adalah tunjangan suami atau istri, lalu yang ketiga adalah tunjangan anak. Selanjutnya ada tunjangan makan dan jabatan. Lalu selain itu ada juga tunjangan perjalanan dinas.

Semua tunjangan tersebut kemungkinan akan dimasukan ke dalam komponen gaji. Sementara untuk tunjangan nanti hanya akan dua jenis saja yakni tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan.

Rumusan Tunjangan Kinerja didasarkan pada capaian kinerja masing-masing PNS. Sedangkan rumusan Tunjangan Kemahalan didasarkan pada Indeks Harga yang berlaku di daerah masing-masing

"Kemungkinan gaji pokoknya bisa lebih tinggi dari yang sekarang,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini