Masih Ada Pekerja Belum Dapat BLT Subsidi Gaji, Ini Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329360 masih-ada-pekerja-belum-dapat-blt-subsidi-gaji-ini-rinciannya-Q9kRkr7xs5.jpg ATM (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan masih terus menyalurkan Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU). Adapun BSU yang dicairkan adalah untuk termin kedua.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, per 14 Desember anggaran yang disalurkan untuk BSU secara keseluruhan mencapai Rp27,96 triliun. Angka tersebut setara dengan 93,94% dari total anggaran untuk BSUS.

 Baca juga: Daftar Penerima BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta, Terbanyak Pekerja di Jakarta

“Penyaluran BSU telah sampai pada termin II. Adapun penyaluran BSU per 14 Desember 2020 menunjukkan bahwa realisasi BSU sudah mencapai Rp 27,96 triliun,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (17/12/2020).

Jika melihat secara rinci dari termin pertama sudah disalurkan anggaran Rp14,71 triliun kepada 12,26 juga orang. Angka tersebut sekitar 98,86% dari total anggaran.

Baca juga: Tak Cuma Mensos, PPATK Endus Ada Pelaku Lain Korupsi Bansos Covid-19

“Termin kedua sudah tersalurkan kepada 11,04 juta orang atau 89% dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun,” ucapnya.

Memang menurut Ida, jika dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100%. Hal tersebut dikarenakan pada termin pertama berdasarkan laporan Bank Penyalur terdapat sejumlah data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur.

“Atas adanya rekening retur tersebut, kami kembalikan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki kembali,” kata Ida.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme sendiri terkait perbaikan data tersebut. Setelah data tersebut diperbaiki, maka pihaknya kembali menyalurkan ke rekening penerima yang hingga saat ini masih berlangsung proses penyalurannya.

Sedangkan pada termin kedua, saat ini masih dalam proses penyaluran. Perlu diketahui bahwa sebelum termin kedua disalurkan pada pertengahan November kemarin, berdasarkan rekomendasi KPK, kami bersama BPJS Ketengakerjaan berkoodinasi dengan Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data.

Upaya ini dilakukan semata-mata untuk meyakinkan agar BSU ini tepat sasaran. Alhamdulillah setelah pemadanan dilakukan, termin kedua dapat terus dilanjutkan yang proses nya masih berlangsung hingga saat ini.

“Mohon bersabar karena jangka waktu penyaluran hingga akhir Desember,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini