Menteri Trenggono Pantau Perairan Rawan Illegal Fishing

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 320 2335394 menteri-trenggono-pantau-perairan-rawan-illegal-fishing-3jQEfalq6w.jpg Kapal Nelayan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan akan memperkuat pengawasan di wilayah rawan illegal fishing. Menurutnya ekosistem pengawasan terintegrasi menjadi salah satu strategi yang akan didorong agar pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Baca Juga: Gantikan Edhy Prabowo, Mentan: Tak Boleh Ada Korupsi!

“Ekosistem pengawasan harus terintegrasi mulai dari kapal pengawas, kelembagaan pengawasan, sumber daya manusia, teknologi serta sarana pendukung lainnya”, terang Trenggono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (29/12/2020)

Trenggono menekankan pentingnya ekosistem pengawasan yang terintegrasi sebagai pendekatan yang komprehensif dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dan pemberantasan illegal fishing.

Baca Juga: Edhy Prabowo Tersangka, Mentan: Ada UU untuk Berikan Sanksi

Hal tersebut penting agar aparat di lapangan dapat merespons berbagai dinamika dan tantangan dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Lebih jauh Trenggono menyinggung bahwa selain kapal ikan asing ilegal, pemantauan dan pengawasan terhadap kapal Indonesia juga harus dilaksanakan.

“Saya sangat concern dengan isu keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Sumber daya kelautan dan perikanan harus benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan”, tegas Trenggono.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono menyaksikan secara langsung fasilitas PUSDAL KKP dan mendengarkan penjelasan terkait teknologi dan mekanisme kerja pemantauan kapal perikanan yang disampaikan oleh Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono. Trenggono menyampaikan apresiasinya terhadap sistem pemantauan yang sudah dimiliki oleh PUSDAL. Dia memastikan akan terus memperkuat termasuk di antaranya dengan dukungan data RADAR.

“Data pemantauan harus semakin real-time agar operasi di laut memiliki tingkat keberhasilan yang baik”, ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini