JAKARTA - Pengusaha menyebut kepercayaan ekspansi usaha terbesar di tahun 2021 tidak berada di industri manufaktur. Ekspansi terbesar justru di sektor jasa, khususnya jasa finansial, jasa telekomunikasi, IT & e-commerce, dan jasa kesehatan dengan ekspansi ke arah ehealth, epharma dan telemedicine.
"Industri manufaktur termasuk kategori sektor yang sangat tertekan sepanjang pandemi. Karena itu, confidence ekspansi di manufaktur akan lebih sangat tergantung pada pemulihan demand-nya atau suntikan modal kerjanya," ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani ketika dihubungi, Selasa (5/1/2021).
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Sektor Teknologi, Jadi Orang IT Sangat Menguntungkan
Shinta melanjutkan, tanpa ada pemulihan demand atau suntikan modal yang signifikan, hampir bisa dipastikan industri manufaktur akan terus menunda-nuda ekspansi, khususnya sektor padat karya. Hal ini karena risiko usaha untuk sektor manufaktur di 2021 masih sangat tinggi.
"Khususnya kalau memperhitungkan peningkatan beban usaha karena kenaikan upah di beberapa daerah dan pemotongan besar-besaran pada budget stimulus fiskal dan non-fiskal bagi korporasi yang tertekan pandemi tahun ini," jelasnya.
Baca Juga: 6 Cara Merawat Aglaonema agar Ketiban Rezeki
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, terdapat tiga subsektor yang diproyeki mampu mencatatkan akselerasi pertumbuhan ciamik pada 2021, yakni industri makanan, minuman, serta kertas dan barang dari kertas. Kemenperin mencatat, industri minuman misalnya, dapat tumbuh 4,39% secara tahunan pada 2021.