Erick Thohir Buka-bukaan soal Transparansi Data Covid-19 Era Terawan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2353134 erick-thohir-buka-bukaan-soal-transparansi-data-covid-19-era-terawan-Fbzim3l51r.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara soal transparansi data Covid-19 di Indonesia saat era Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto yang terkesan tertutup soal akurasi publikasi data.

Terawan sendiri pernah meminta kepada Komisi IX DPR agar rapat kerja yang digelar pada Mei 2020 lalu harus dilakukan secara tertutup. Padahal, rencananya dalam rapat tersebut, Komisi IX akan meminta penjelasan kepada Terawan mengenai teknis upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

Meski begitu, Erick tetap mengapresiasi kinerja eks Menkes di Kabinet Indonesia Maju itu. Dia meminta, mengkritik tanpa harus menghakimi orang lain karena dalam penanganan Covid-19 pemerintah selalu bekerja sama.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Erick Thohir Takut dan Cemas

Erick sendiri tak memungkiri, sebagai pemangku kebijakan seyogyanya pemerintah tetap mengedepankan keterbukaan informasi kepada publik.

"Kami tentu sebagai kementerian, kita berkewajiban mendukung Pak Menkes dan seluruh kementeriannya, tanpa menghakimi siapa yang salah karena semua itu kita lakukan secara bersamaan," ujar Erick Jumat (29/1/2021).

Terawan menjadi sorotan sepanjang penanganan Covid-19 di Tanah Air. Beberapa masalahnya seperti lemahnya mitigasi penanganan di Indonesia, mempersulit jalur birokrasi pengajuan PSBB oleh pemerintah daerah (Pemda), hingga masalah kelangkaan bahan baku obat di saat awal pandemi berlangsung.

Merespons hal seperti itu, Mantan Bos Inter Milan itu menegaskan, pemerintah tetap melakukan perbaikan kedepannya. Melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pihaknya tengah mengembangkan sistem satu data Covid-19. Program ini dinilai dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi satu data.

Platform itu juga berfungsi menyaring data individu penerima vaksin prioritas, membangun aplikasi pendaftaran vaksin baik program pemerintah maupun program mandiri, memetakan suplai dan distribusi vaksin dengan lokasi vaksin, hingga memonitor hasil pelaksanaan vaksinasi.

"Program satu data ini kita harapakan perbaikan ke depannya bahwa program-program pemerintah yang selama ini yang ada, data ini menjadi perbaikan sehingga tidak salah sasaran, Insya Allah salut sama Pak Budi yang sangat terbuka dan sangat koperatif, itulah ciri khas Indonesia Maju yang kita saling koreksi tetapi gotong royong kita jalankan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini