Menteri Trenggono Ajak Dunia Bersatu Lawan Maling Ikan

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 320 2354734 menteri-trenggono-ajak-dunia-bersatu-lawan-maling-ikan-c0Rc7UW4BY.jpg Sakti Wahyu Trenggono Menteri KKP (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dengan memerangi praktik illegal fishing.

Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu dengan Duta Besar Norwegia, Mr Vegard Kaale di Jakarta.

"Salah satu concern kami adalah menjaga laut kami dari praktik illegal fishing," ujar Trenggono di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Kejar-kejaran, KKP Tangkap 2 Kapal Maling Ikan Berbendera Malaysia 

Dia menjelaskan praktik illegal fishing menurutnya, merupakan persoalan global yang perlu disikapi bersama. Setiap negara harus bersuara dan menunjukkan langkah konkrit dalam memerangi praktik yang dapat merusak populasi biota laut ini.

Trenggono sepakat dengan aturan sejumlah negara yang memberlakukan ketentuan ketertelusuran produk-produk perikanan yang masuk ke suatu negara. Dengan begitu, dapat ditelusuri dari mana ikan berasal dan bagai mana proses produksinya.

"Overfishing ini bukan hanya persoalan di Indonesia saja, tapi juga dunia. Saya concern pada keberlanjutan, karena isi laut kita harus dijaga untuk generasi berikutnya," tegas dia.

Di samping pemberlakuan ketertelusuran produk perikanan, penerapan teknologi untuk mengetahui pergerakan kapal-kapal pelaku illegal fishing juga perlu dikedepankan. Menteri Trenggono mengajak Norwegia bekerjasama mengembangkan teknologi yang dimaksud. Sharing informasi dan teknologi menurutnya penting dalam memerangi praktik tersebut.

Selain mengenai praktik illegal fishing, Trenggono menyampaikan bahwa kementeriannya tengah fokus mengembangkan perikanan budidaya dalam negeri. Langkah ini juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan di tengah stagnannya produktivitas perikanan tangkap sejak beberapa tahun terakhir.

"Norwegia adalah salah satu negara yang sukses melakukan budidaya. Kami mau belajar. Fokus kami hanya di tiga sampai lima komoditas," ungkap dia.

Sementara itu, Dubes Vegard Kaale sepakat dengan Trenggono bahwa praktik illegal fishing merupakan persoalan bersama. Dia berharap ke depan Indonesia - Norwegia dapat menjalin lebih banyak kerja sama, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Kerja sama dua negara ini dalam melawan illegal fishing sebenarnya bukan hal baru. Pada November 2015, berlangsung Joint Statement on Cooperation to Combat IUU Fishing, Fisheries Crime and Fisheries Related Crimes, to Promote Sustainable Fisheries Governance RI-Norwegia di Jakarta.

Implementasi kerja sama pemberantasan IUU Fishing ini mencakup penanganan kasus illegal fishing secara bersama-sama (joint investigation dan technical assistance); pertukaran data dan informasi mengenai pergerakan kapal illegal fishing berbendera asing yang akan memasuki wilayah Indonesia dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum perikanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini