KNKT Pastikan Pesawat Sriwijaya Air Tak Meledak di Udara

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2356029 knkt-pastikan-pesawat-sriwijaya-air-tak-meledak-di-udara-VGpbciAOAF.jpg Sriwijaya air (Sriwijaya Air)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali memastikan jika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tidak meledak di udara. Hal ini menjawab isu yang beredar yang menyebut pesawat meledak di udara

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih utuh sampai akhirnya membentur air. Kepastian tersebut menyusul dengan berbagai bukti dan analisa yang dilakukan.

 Baca juga: Kronologi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Versi AirNav, 11 Kali Dipanggil Tak Ada Respons

"Ada yang mengatakan pesawat pecah di udara itu tidak benar. Pesawat secara utuh sampai membentur air, tidak pecah di udara," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR-RI, Rabu (3/2/2021).

Soerjanto menjelaskan, salah satu indikator yang mendorong pernyataan tersebut adalah mengenai sebaran puing pesawat yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Tim SAR Gabungan sendiri pada hari pertama menemukan puing pesawat berlogo Ri-Yu itu tersebar di wilayah dengan luas 80 meter dan panjang 110 meter.

 Baca juga: Janji Menhub Usai Kecelakaan Sriwijaya SJ-182

"Temuan awal boeing tersebar 80 meter panjang 110 meter kedalaman 16-23 meter beberapa bagian instrumen bagian ini mewakili seluruh bagian di depan hingga belakang. Konsisten tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," jelasnya.

Selain itu lanjut Soerjanto, pihaknya juga memastikan jika mesin pesawat masih dalam keadaan hidup sebelum membentur air. Hal ini diindikasikan dari turbin pesawat yang rontok, sekaligus menandai jika pesawat mengalami impact dengan air.

"Temuan pada turbin pesawat menandakan konsistensi bahwa mesin masih dalam keadaan hidup sebelum membentur air. Ini diindikasikan bahwa turbin-turbin rontok, menandakan bahwa ketika pesawat mengalami impact dengan air, mesin masih berputar," jelasnya.

Soerjanto juga menyebut jika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tidak mengalami kerusakan yang signifikan dalam periode tiga hari sebelum kecelakaan terjadi. Kepastian tersebut didapatkan dari buku catatan perawatan pesawat yang dihimpun sejak 6 hingga 9 Januari 2021.

"Dari buku catatan perawatan pesawat tidak ditemukan adanya hal yang signifikan catatan kerusakan pesawat sejak 6-9 januari 2021," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini