Ekonomi Indonesia Minus, Pencairan Bansos Tunai Dipercepat

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2357061 ekonomi-indonesia-minus-pencairan-bansos-tunai-dipercepat-X3ekD4CSg1.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTAPertumbuhan ekonomi minus dikarenakan daya beli masyarakat masih rendah. Untuk itu, diperlukan stimulus atau bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa demi mengatasi ekonomi yang terkontraksi, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendongkrak konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%, Terparah sejak Krisis 1998

"Tentu kita akan terus mendorong di konsumsi rumah tangga (RT), pemerintah menyiapkan anggaran yang angkanya terus bergerak, ya," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Dia menyebutkan, untuk perlindungan sosial, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp148,66 triliun. Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) ada 10 juta penerima manfaat. Demikian pula untuk bantuan lainnya seperti Kartu Sembako, Prakerja, BLT dana desa, bansos tunai, dan kuota internet serta diskon listrik yang dilanjutkan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus, Kecuali Sulawesi, Maluku dan Papua

"Terkait dengan anggaran pemerintah, secara nominal dia meningkat, namun dari segi persentase karena angkanya berubah, memang turun. Ini menjadi pelajaran bahwa efektivitas belanja pemerintah harus ditingkatkan," ungkap Airlangga.

Dia mengatakan bahwa memang secara quarter to quarter (qtq)ada penurunan, sehingga ini menjadi catatan bagi para Kementerian/Lembaga. Airlangga pun menepis isu bahwa ini karena tidak adanya anggaran.

"Karena masalahnya bukan karena tidak adanya anggaran, tapi masing-masing K/L harus bisa belanja lebih efektif," tegas Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini