Besok, Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-18 Diungkap

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2359108 besok-penyebab-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-18-diungkap-VfvvuaYLFD.jpg Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Diungkap. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hasil investigasi awal atau laporan pendahuluan dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 segera diumumkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pengumuman ini sudah ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak karena penasaran dengan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Ketua KNKT Soerjanto sendiri mengaku sudah mengunduh data dari kotak hitam atau black box yang berisi Flight Data Recorder (FDR). Namun dirinya masih belum bisa mengumumkan ke publik saat ini terkait penyebab dari kecelakaan pesawat tersebut.

KNKT juga masih menunggu proses pencarian dari kotak hitam berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) yang masih terus diupayakan. Dengan ditemukannya memori CVR bisa membantu proses investigasi dari Sriwijaya Air SJ-182.

Baca Juga: 5 Fakta Kronologi Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh hingga Bawa-Bawa Dukun

“(Black box berisi FDR) Sudah dibaca,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Sebelumnya, Soerjanto sempat menjelaskan kronologis jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.saat kejadian ada dua pesawat yang berada di depan dan di belakang Sriwijaya Air SJ-182 yaitu milik Air Asia dengan rute yang menuju Pontianak.

Namun menurut Soerjanto, kedua pesawat milik AirAsia tersebut sama sekali tidak mengalami masalah. Sedangkan, Sriwijaya Air, setelah lepas landas pilot sempat meminta ke pemandu lalu lintas udara untuk mengganti arah untuk menghindari cuaca buruk.

Baca Juga: Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Mulai Terungkap, Kini Dukun Diminta Turun Tangan

Oleh karena itu, Soerjanto menyebut akan kembali meneliti, sistem pengontrol pengaturan daya dari mesin pesawat atau autothrottle agar bisa mengetahui lebih lanjut atas jatuhnya pesawat tersebut. Namun dirinya belum bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab pesawat karena masih harus menunggu proses pencarian kotak hitam berisi CVR.

"Saat ini kami belum memberikan kesimpulan atau hasil analisa, tapi kami akan menunggu hasil dari CVR dan beberapa komponen yang kami kirim ke AS dan UK. Karena dari komponen itu kenapa dan yang rusak yang mana dari 13 parameter ini membikin perubahan di auto sistem," jelasnya.

Namun, Soerjanto memastikan jika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih utuh sampai akhirnya membentur air. Kepastian tersebut menyusul dengan berbagai bukti dan analisa yang dilakukan.

Salah satu indikator yang mendorong pernyataan tersebut adalah mengenai sebaran puing pesawat yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Tim SAR Gabungan sendiri pada hari pertama menemukan puing pesawat berlogo Ri-Yu itu tersebar di wilayah dengan luas 80 meter dan panjang 110 meter.

Selain itu, lanjut Soerjanto, pihaknya juga memastikan jika mesin pesawat masih dalam keadaan hidup sebelum membentur air. Hal ini diindikasikan dari turbin pesawat yang rontok, sekaligus menandai jika pesawat mengalami impact dengan air.

Soerjanto juga menyebut jika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tidak mengalami kerusakan yang signifikan dalam periode tiga hari sebelum kecelakaan terjadi. Kepastian tersebut didapatkan dari buku catatan perawatan pesawat yang dihimpun sejak 6 hingga 9 Januari 2021.

"Dari buku catatan perawatan pesawat tidak ditemukan adanya hal yang signifikan catatan kerusakan pesawat sejak 6-9 januari 2021," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini