BLT Subsidi Gaji Diganti Insentif Kartu Prakerja Rp3,5 Juta, Buruh: Itu untuk yang Nganggur

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 320 2360244 blt-subisidi-gaji-diganti-insentif-kartu-prakerja-rp3-5-juta-buruh-itu-untuk-yang-nganggur-yhz3NB7nfB.jpg BLT (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - BLT subsidi gaji Rp2,4 juta untuk pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta tidak lagi dilanjutkan tahun ini. Sebagai ganti BLT subsidi gaji, pemerintah akan mengalihkan insentif tersebut ke program Kartu Prakerja.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Dihentikan, Menaker Pilih Kartu Prakerja 

Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai itu hanya akal-akalan pemerintah saja dalam mengelabui masyarakat. Sebab, semua orang pun sudah mengetahui bila program BLT gaji dan Kartu Prakerja itu berbeda manfaat.

"Katanya ada Kartu Prakerja, itu untuk orang yang nganggur, BSU untuk orang yang bekerja, masak enggak bisa sih bedain itu, udahlah jangan akal-akalan," kata Said dalam tayangan virtual, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Diganti Insentif Kartu Prakerja, Ini Syaratnya 

Menurut dia, seharusnya Menaker Ida Fauziyah menjelaskan secara rinci ihwal tidak dilanjutkannya BLT subsidi gaji di 2021. Dia menyesalkan sikap Politikus PKB itu yang malahan berbelit dan memberikan janji manis bahwa program tersebut digantikan ke Kartu Prakerja.

"Tiba-tiba Menaker pakai bumbu-bumbu mengatakan, masih ada yang lain bentuknya. Enggak mungkin," ujarnya.

Dia menyatakan akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pelaksanaan program tersebut kembali dilanjutkan. "Karena itu bapak presiden kami minta BSU tetap ada dan masukkan ke APBN perubahan 2021," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa program Bantuan Lansung Tunai (BLT) pekerja atau subsidi gaji tak dialokasikan pada APBN 2021. Sehingga, bisa dipastikan bila program pemberian BLT sebesar Rp2,4 juta kepada pegawai dengan upah di bawah Rp5 juta tak lagi dilanjutkan.

"Di APBN 2021 tidak dianggarkan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari kepada Okezone, Rabu (3/2/2021).

Dia menjelaskan, pertimbangan tidak meneruskan program BLT subsidi gaji itu karena pemerintah sudah menganggarkan dana untuk bantuan lainnya.

Selain itu, pemerintah juga optimis kalau tahun ini ekonomi Indonesia perlahan sudah mulai pulih dari hantaman krisis. Kini yang diperkuat adalah pemberian bantuan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Pemerintah kan juga memberikan dukungan untuk subsidi bunga, penempatan dana, dan lain lain sehingga harapannya usaha mereka bisa berjalan lagi dan membaik, begitu juga karyawannya. Pemerintah juga punya program perlindungan sosial. Itu kami perkuat tapi untuk bottom 40%, seperti BLT kartu sembako, BLT desa masih ada," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini