Ramai Soal Bayar Buzzer dan Influencer Pakai Duit Negara, Ini Kata Stafsus Sri Mulyani

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 320 2361468 ramai-soal-bayar-buzzer-dan-influencer-pakai-duit-negara-ini-kata-stafsus-sri-mulyani-X3TUSxuC8V.jpg Anggaran Influencer dan Buzzer di APBN Diminta Dihapus. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Influencer dan buzzer yang katanya didanai uang negara tengah ramai diperbincangkan. Anggaran influencer yang mencapai Rp90 miliar pun kini dibahas.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah tidak menganggarkan dana untuk influencer secara spesifik di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena menurutnya, yang ada dan tertuang di APBN adalah Key Opinion Leader (KOL).

Baca Juga: Tidak Transparan, Uang Negara untuk Bayar Influencer Capai Rp90 Miliar?

"Kalau dibilang influencer ya enggak ada, adanya KOL," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Yustinus, anggaran khusus untuk KOL ini diminta oleh banyak Kementerian dan Lembaga. Pengadaannya sendiri dilakukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) masing-masing Kementerian dan Lembaga.

Baca Juga: Dear Pak Jokowi, Mendingan Anggaran Influencer Dihapus dari APBN

Oleh karena itu, saat ditanya mengenai detail anggaran untuk influencer dirinya tidak mengetahui secara rinci. Termasuk juga untuk mengetahui manfaat dan efektifitas dari penggunaan anggarannya.

"Mungkin (Rp90 miliar) sampai tahun 2018 atau 2019. Dan nomenklatrunya kan key opinion leader, pengadaan melalui LPSE oleh banyak Kementerian," jelasnya.

Saat ditanya apakah tahun ini ada anggaran KOL yang disiapkan pemerintah, Yustinus juga mengakui tidak mengetahuinya. Karena menurutnya, yang memegang atau memiliki dipa anggaran secara rinci dan detail adalah masing-masing Kementerian dan Lembaga.

"Wah saya enggak tahu sedetail itu. Yang punya DIPA itu Kementerian Lembaga terkait," ucapnya.

Sementara itu, Ekonom atau Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, menyebut key opinion leader memiliki kesamaan dengan influencer. Karena tujuannya adalah untuk mempromosikan program-program atau membela pemerintah ketika mendapat serangan kritik.

"Iya sama saja key opinion leader kan tujuannya buzzer program pemerintah. Untuk membela pemerintah khususnya ketika mendapat serangan dari kritik," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini