Sementara itu, mata uang berisiko seperti Aussie jatuh 1,99% menjadi USD0,7713 setelah melampaui USD0,80 pada Kamis untuk pertama kalinya sejak Februari 2018.
Euro juga merosot 0,79% menjadi USD1,2078 setelah menyentuh level tertinggi tujuh minggu USD1,2244 pada Kamis (25/2/2021).
Greenback kemungkinan akan terus mendapat keuntungan dari aliran-aliran safe-haven jika selera risiko terus memburuk, dan mata uang negara-negara berkembang mungkin termasuk yang merugi terbesar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.