6 Fakta Rencana Divestasi Waskita, Berikut Daftar Tol yang Dijual

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 278 2372809 6-fakta-rencana-divestasi-waskita-berikut-daftar-tol-yang-dijual-CCvReiQDWg.jpg Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) segera melepas beberapa ruas jalan tol, dalam rangka menjaga arus kas dan menekan potensi rugi dari opersi jalan tol, aksi korporasi. Sedikitnya, ada 4 ruas jalan tol yang tersebar di berbagai wilayah.

Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Sabtu (6/3/2021):

1. 4 Jalan Tol Didivestasikan ke Indonesia Investment Authority (INA)

Emiten kontraktor ini mengungkapkan sudah ada empat aset ruas jalan tol perseroan yang berpotensi didivestasikan ke Indonesia Investment Authority (INA).

2. Ini Daftar 4 Jalan Tol yang Akan Dijual

Keempat ruas tersebut adalah Pemalang-Batang (60%), Krian-Legundi-Bunder-Manyar (99,82%), Cimanggis-Cibitung (90%), dan Waskita TransJawa Toll Road (39,50%).

Baca Juga: Fokus Divestasi, Waskita Hanya Investasi Satu Proyek Jalan Tol Tahun Ini

3. Waktu Penjualan Belum Ditentukan

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Lembaga Penyelenggara Investasi (LPI) yang baru terbentuk tersebut.

“Dari diskusi sebenarnya INA ada rencana bersama dengan Waskita, aset mana saja yang akan didivestasikan tahun ini, tahun depan, bahkan 3 tahun lagi,”ujarnya di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca.

Baca Juga: Waskita Berencana Jual 9 Ruas Tol, Jasa Marga Minat Enggak?

4. Penjualan ke INA Tak Akang Mengganggu Proses Divestasi Ruas Tol Lainnya

Adapun, minat INA untuk menyerap aset Waskita Karya disebut Taufik tidak akan mengeliminasi proses divestasi ke investor yang sudah diproses. Misalnya untuk ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Disampaikannya, ruas tersebut telah dalam proses pelepasan ke investor asing dan INA juga tertarik untuk masuk. Namun, Waskita Karya akan mendulukan proses yang sudah berlangsung dengan investor asing sebelum INA. Perseroan berencana akan melepas kepemilikan saham di perusahaan pemegang konsesi 9 ruas jalan tol.

5. Ada 6 Ruas Tol Lainnya yang Masuk ke Divestasi Internal

Selain ruas yang disebutkan berpotensi diserap INA tadi, terdapat 6 ruas yang masuk ke dalam divestasi internal. Keenam ruas tersebut adalah jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang akan diambil investor asing dan Batang-Semarang yang akan dibuatkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

Selanjutnya jalan tol Cibitung-Tanjung Priok akan didivestasikan ke investor lokal sementara jalan tol Batang- Semarang, Cinere-Serpong, dan Depok-Antasari akan didivestasi melalui skema share swap. Lebih lanjut, Waskita Karya optimistis dampak positif INA tidak hanya terlihat pada 2021 ini namun juga pada tahun-tahun mendatang.

6. Menggenjot Pertumbuhan Bisnis, Ini yang Dilakukan Waskita Karya

Kemudian dalam memacu pertumbuhan bisnisnya di tahun ini, WSKT terus mengejar proyek-proyek dari pemerintah. Dimana saat ini tengah mengikuti proses tender dengan nilai berkisar Rp7 triliun—Rp8 triliun dari proyek yang dilelang pemerintah.

“Proses tender saat ini sekitar Rp7 triliun—Rp8 triliun, dari pemerintah. Winning rate target sekitar 35%—40%,” kata Direktur Keuangan Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma.

Dia menuturkan, tingkat kemenangan tender atau winning rate diharapkan bisa mencapai di atas 30%. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp26 triliun. Target itu lebih rendah dibandingkan target yang dipasang sebelumnya Rp31 triliun—Rp32 triliun.

Melihat peluang di luar negeri, Taufik mengungkapkan perseroan sudah berdiskusi untuk mendapatkan proyek di tiga negara yaitu Filipina, Arab Saudi dan Malaysia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini