Buruh: Pak Jokowi, Kami Butuh Ditolong dengan BLT Subsidi Gaji

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2372702 buruh-pak-jokowi-kami-butuh-ditolong-dengan-blt-subsidi-gaji-lWR2Sz8cZ1.jpg KSPI Akan Terus Minta BLT Dilanjutkan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - BLT subsidi gaji terus diminta untuk dilanjutkan. Sebab, kondisi perekonomian saat ini masih tertekan virus corona. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, mengacu jumlah penggangguran yang kian bertambah, seharusnya program BLT gaji tetap dilanjutkan di tahun ini. Dirinya meminta Presiden Joko Widodo segera mengubah keputusan menyetop penyaluran BLT gaji kepada kaum buruh.

"Pak Jokowi, BLT/BSU tetap dibutuhkan pekerja," kata Said kepada Okezone, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Kabar Gembira, Bakal Ada Kartu Prakerja untuk Calon Pengantin

Dia mengaku akan terus mengingatkan Kepala Negara agar program BLT gaji kembali dilanjutkan. Karena itu dapat mempertahankan para buruh dari ancaman pengangguran di tengah krisis ini.

"KSPI tetap akan memberikan saran kepada bapak Presiden agar BSU tetap dilanjutkan," ujarnya.

Baca Juga: Orang Kaya Beli Mobil-Rumah Bebas Pajak, Orang Miskin Diguyur BLT hingga Bansos

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada hampir 10 juta warga Indonesia yang masih menganggur alias belum mendapatkan pekerjaan. Jumlah pengangguran merupakan akumulasi dari warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi corona, dan munculnya angkatan kerja baru.

"Sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru," kata Jokowi saat membuka Rakernas Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Jokowi berpesan kepada pejabat Kemendag untuk bekerja keras memulihkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Salah satu cara terbaik yang harus dilakukan adalah mengundang investasi sebesar-besarnya yang membuka lapangan kerja baru.

"Mengundang investasi baru kunci growth atau pertumbuhan ekonomi kita. Karena enggak mungkin kita menambah drastis APBN kita, artinya kuncinya ada di investasi serta menciptakan peluang kerja sebanyak-banyaknya, ini sangat ditunggu masyarakat," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini