Share

Kelola Tambak Terlantar, KKP Bidik Ekspor Udang 2 Juta Ton

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373466 kelola-tambak-terlantar-kkp-bidik-ekspor-udang-2-juta-ton-n17pMwyw5p.jpg Tambak Udang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan ekspor udang 2 juta ton per tahun. Target ekspor udang tersebut diprediksi akan terealisasi pada 2024.

Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja menyebut, volume udang di pasar ekspor saat ini masih di angka 857.000 ton per tahun. Kondisi ini menjadi potensi bagi Indonesia untuk mendorong ekspor komoditas laut tersebut.

"Volume pasar ekspor masih 857.000 ton. Kami menargetkan 2 juta ton per tahun pada 2024," ujar Syarief dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga: Menteri KKP: Kita Fokus Ekspor Lobster hingga Udang

Ada beberapa langkah yang diambil KKP untuk membidik jumlah udang di pasar ekspor pada 2024 mendatang. Sjarief mengatakan, langkah yang diambil seperti mengelola tambak-tambak yang tidak dipakai sebelumnya untuk difungsikan sebagai kawasan tambak estate, membangun infrastruktur, jalan produksi, irigasi tandon, benih unggul, hingga perbaikan sumber air.

Pemerintah juga akan menggandeng pihak swasta untuk merenovasi tambak-tambak dengan menggunakan sistem progresif, terintegrasi silvofisheries, maupun milenial shrimp farming.

Selain itu, KKP akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terkait bea masuk. Negosiasi itu bertujuan untuk menekan biaya ekspor.

"Kami sekarang sedang mengunci untuk tarif biaya masuk ke Amerika Serikat, Uni Eropa, segala macam kami coba turunkan tarif-tarif biaya masuk supaya harga udang kompetitif," katanya.

Syarief mencatat, potensi komoditas laut sangat potensial di pasar global. Saat ini nilai pasarnya mencapai 162 miliar dolar AS. Udang misalnya mencapai 24 miliar dolar AS.

"Ada 162 miliar dolar AS pasar yang sudah ready saat ini, bukan demand, tapi pasar. Karena demand harus lebih besar dari itu. Tapi ini 162 miliar dolar AS. Dan paling besar adalah udang ini 24 miliar dolar AS," tutur dia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini